Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama ulama karismatik Muhammad Iqdam Kholid, atau yang akrab disapa Gus Iqdam, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersyukur atas dua momentum penting. Ajakan ini disampaikan melalui acara Shalawat dan Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Surabaya pada Rabu malam, 22 Oktober 2024. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud syukur atas 80 tahun Provinsi Jawa Timur dan peringatan Hari Santri Nasional.
Acara yang dipusatkan di halaman Gedung Negara Grahadi ini dihadiri ribuan jemaah serta sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan, seiring dengan doa bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan Jawa Timur. Khofifah menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, menjadi pengingat akan peran historis para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kegiatan ini, baik Khofifah maupun Gus Iqdam, ingin menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan kepada generasi muda. Mereka berdua mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi dan motivasi untuk terus berkarya bagi bangsa.
Advertisement
Advertisement
Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan Bangsa
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengingatkan kembali sejarah penetapan Hari Santri Nasional. Ia menjelaskan bahwa tanggal 22 Oktober dipilih karena bertepatan dengan lahirnya Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari. "Dulu Pak Presiden Jokowi menugasi saya menyiapkan Keppres Hari Santri Nasional," ungkap Khofifah.
Resolusi Jihad tersebut muncul sebagai respons terhadap upaya sekutu yang dipimpin Inggris untuk menghapus kemerdekaan Indonesia. Khofifah menegaskan, "Maka yang menjaga kemerdekaan Indonesia adalah para ulama, para kiai, para santri, dan masyarakat terutama yang ada di Surabaya." Pernyataan ini menggarisbawahi betapa sentralnya peran santri dalam menjaga kedaulatan negara.
Momentum Hari Santri Nasional ini tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga pengingat akan warisan perjuangan yang harus terus dilestarikan. Khofifah mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai wujud rasa syukur dan doa bersama. Tujuannya agar Jawa Timur dapat terus maju dan sejahtera, dengan seluruh pemimpinnya menjalankan amanah dengan baik.
Advertisement
Advertisement
Gus Iqdam: Santri Pilar Agama dan Bangsa
Dalam tausyiahnya, Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional memiliki makna yang lebih luas dari sekadar momentum religius. Menurutnya, hari ini adalah pengingat bahwa santri merupakan pilar penting dalam menjaga kedaulatan dan membangun bangsa. "Alhamdulillah, malam ini kita mensyukuri Hari Santri dengan keadaan sehat walafiat," ujarnya.
Gus Iqdam juga menekankan bahwa Jawa Timur memiliki dukungan spiritual yang kuat. "Insya Allah Jawa Timur ini dekengan pusat, langsung Allah SWT," tambahnya, memancing semangat dan optimisme jemaah. Pernyataan ini menggambarkan keyakinan akan berkah ilahi bagi provinsi tersebut.
Ia menegaskan semangat Resolusi Jihad yang menjadi dasar penetapan Hari Santri Nasional menunjukkan bahwa santri memiliki peran strategis. "Ketika Hari Santri Nasional itu merujuk pada Resolusi Jihad, berarti santri itu tidak hanya pilar agama tapi juga pilar bangsa," ucap Gus Iqdam. Keyakinan ini diperkuat dengan harapan bahwa jika banyak rakyat Indonesia menjadi santri, maka keberkahan akan melimpah.
Advertisement
"Insya Allah jika rakyat Indonesia banyak yang menjadi santri, saya yakin la fatahna alaihim barakatim minas samai wal ardl, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dari langit dan menumbuhkan barokah dari bumi-Nya," pungkasnya. Pesan ini menekankan dampak positif keberadaan santri bagi kemakmuran bangsa secara keseluruhan.
Advertisement
Jatim Bershalawat: Doa untuk Kemakmuran Bersama
Kegiatan yang bertajuk "Jatim Bershalawat dan Tabligh Akbar" ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan tokoh masyarakat. Terlihat hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin, serta Sekdaprov Jawa Timur Adhy Karyono.
Selain itu, hadir pula Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Jawa Timur Brigjen TNI Murbianto Adhi Wibowo, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Ibrahim. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap peringatan Hari Santri Nasional dan upaya memajukan Jawa Timur.
Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah ulama, kiai, serta ribuan jemaah Majelis Taklim Sabilu Taubah (Garangan) asuhan Gus Iqdam. Kehadiran mereka menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Tamu kehormatan dari Mesir, Guru Besar Mazhab Syafi’i Universitas Al Azhar Kairo, Syekh Abdul Aziz Ahmad Asy-Syahawi Al-Khusaini, turut memberikan warna internasional pada acara tersebut.
Advertisement
Khofifah berharap melalui doa bersama ini, "Mohon doa semua, mudah-mudahan Jawa Timur tambah makmur. Mohon doa semua, kami semua yang membawa mandat, mudah-mudahan semua amanah, semua bisa menjalankan tugas dengan baik. Rakyatnya rukun, rakyatnya guyub, rakyatnya persaudaraannya kuat." Doa ini menjadi penutup harapan bagi kemakmuran dan persatuan di Jawa Timur.
Sumber: AntaraNews