Fakta Unik: Mahasiswa Temanggung Tangani Sampah di CFD Alun-Alun, Wujud Kepedulian Lingkungan

Puluhan Mahasiswa Temanggung Tangani Sampah di area Car Free Day Alun-Alun Temanggung. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian lingkungan dan diharapkan menginspirasi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Mahasiswa Temanggung Tangani Sampah di CFD Alun-Alun, Wujud Kepedulian Lingkungan
Puluhan Mahasiswa Temanggung Tangani Sampah di area Car Free Day Alun-Alun Temanggung. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian lingkungan dan diharapkan menginspirasi masyarakat. (AntaraNews)

Mahasiswa asal Kabupaten Temanggung yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga baru-baru ini menggelar aksi sosial. Mereka secara aktif melakukan penanganan sampah di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-Alun Temanggung.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Forum Mahasiswa Temanggung di Salatiga (Formatas) sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Aksi bersih-bersih ini dilaksanakan pada hari Minggu, menarik perhatian warga sekitar.

Ketua Formatas, Muhammad Zudan Fadli, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif. Harapannya, masyarakat Temanggung dapat terinspirasi untuk menjaga kebersihan lingkungan bersama.

Aksi Nyata Mahasiswa untuk Lingkungan Bersih

Muhammad Zudan Fadli, selaku Ketua Formatas, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa UIN Salatiga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Inisiatif ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif berkontribusi sosial. Mereka ingin memberikan contoh nyata kepada masyarakat luas.

Zudan berharap aksi penanganan sampah ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Temanggung. Terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di sekitar alun-alun. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu untuk gerakan kebersihan yang lebih besar.

Ke depannya, Formatas berencana untuk memperluas jangkauan kegiatan serupa ke daerah-daerah lain di Temanggung. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang mereka dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan. Mereka ingin memastikan bahwa semangat kebersihan terus menyebar.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk Temanggung Bersih

Sebelum melaksanakan kegiatan bertajuk "Temanggung Bersih" ini, Formatas telah berkoordinasi erat dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) setempat. Koordinasi ini penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas aksi. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses.

Pihak DPRKPLH menyambut baik inisiatif mahasiswa dan menyarankan pelaksanaan kegiatan saat Car Free Day. "Pihak DPRKPLH kemarin menyarankan bisa saja, ketika hari Minggu ada Car Free Day. Untuk sekalian membantu, karena membutuhkan orang banyak untuk membersihkan sampah," kata Zudan. Dukungan ini menunjukkan apresiasi pemerintah terhadap peran aktif pemuda.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 pengurus aktif Formatas, meskipun total anggota mahasiswa Temanggung di Salatiga mencapai 200-300 orang. Beberapa anggota tidak dapat hadir karena berhalangan atau memiliki kegiatan kampus. Meskipun demikian, semangat kebersamaan tetap tinggi dalam aksi bersih-bersih ini.

Zudan sangat berharap kegiatan penanganan sampah seperti ini dapat rutin dilakukan setiap Minggu di Temanggung. Menurutnya, hal ini sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan setempat agar tetap asri dan bersih. Konsistensi menjadi kunci utama dalam upaya pelestarian lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi