Penanganan insiden runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, kini memasuki tahap akhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan proses pembersihan puing bangunan rampung pada hari ini, Senin (6/10).
"Semua pekerjaan pembersihan rampung, sehingga seluruh rangkaian operasi SAR diharapkan dapat segera diselesaikan," kata Deputi III Tanggap Darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayor Jenderal (Mayjen) Budi Irawan, Senin (6/10).
Proses pembersihan puing ini pun langsung dipimpin oleh dirinya. Dalam pelaksanaannya itu, dengan menggunakan alat berat.
"Alat berat bergantian peran. Breaker excavator pemecah beton dikerahkan untuk menghancurkan puing dengan dimensi yang lebih besar. Setelah hancur, bucket excavator mulai mengais puing dan dipindahkan menggunakan dump truk," ujarnya.
Ia berharap agar proses pembersihan dan evakuasi tersebut rampung hari ini.
"Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi," tegasnya.
Ia menyebut, hasil pengumpulan informasi kaji cepat di lapangan, diperkirakan masih ada jenazah yang tertimbun. Namun, untuk jumlahnya belum diketahui dengan pasti.
Akan tetapi, diperkirakan kurang lebih tidak jauh berbeda dengan daftar nama orang hilang yang dirilis dari data pondok pesantren, yakni sebanyak 10 orang.
"Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian," katanya.
Sebelumnya, Tim gabungan dari Basarnas kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian setelah runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10). Jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi dari sektor A3 sekitar pukul 03.35 WIB.
Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia kini mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh belum teridentifikasi.
Advertisement
Advertisement
Evakuasi Korban Masih Berlangsung
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.
"Satu korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4," ujar Yudhi dalam laporan tertulis.
Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.
“Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Yudhi.