Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara konsisten mendukung kehadiran film-film Indonesia di festival internasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menempatkan sub-sektor ekonomi kreatif sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan ini terwujud melalui partisipasi film "Tegar" karya Anggi Frisca di Silk Road International Film Festival di Fuzhou, China, pada 22-26 September 2025. Film ini telah meraih banyak penghargaan internasional dan menjadi kebanggaan bangsa.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa keberhasilan "Tegar" membuktikan potensi industri film sebagai motor penggerak ekonomi. Ini juga menjadi bukti bahwa **Film Indonesia Mendunia** bukan lagi mimpi.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ekonomi Kreatif Melalui Layar Lebar
Kemenparekraf secara aktif memfasilitasi partisipasi film-film Indonesia di berbagai ajang internasional. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui festival film global, karya-karya sineas Indonesia mendapatkan panggung untuk dikenal lebih luas. Hal ini tidak hanya membuka peluang pasar baru tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan narasi unik Indonesia kepada audiens mancanegara.
Menteri Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya dukungan ini. "Melalui penguatan ekosistem kreatif, karya-karya Indonesia tidak hanya menghibur tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kuat kepada dunia," ujarnya, menegaskan dampak positif film.
Advertisement
Advertisement
Kisah Inspiratif Film Tegar yang Mendunia
Film "Tegar" yang disutradarai oleh Anggi Frisca menjadi contoh nyata bagaimana **Film Indonesia Mendunia** dapat meraih pengakuan global. Film ini mengisahkan perjuangan seorang anak dengan disabilitas fisik dalam meraih akses pendidikan.
Sejak dirilis pada tahun 2022, "Tegar" telah diputar di 24 negara dan berhasil menyabet berbagai penghargaan internasional. Di antaranya adalah Best Young Actor Award di China International Children’s Film Festival 2024, Satagaya Award di Jepang, serta Golden Butterfly Award dan CIFEJ Grand Prix Award di Iran.
Anggi Frisca, selaku sutradara dan produser, menekankan bahwa "Tegar" membawa pesan universal tentang kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi semua anak. Pesan ini sangat relevan dan dapat diterima oleh penonton dari berbagai latar belakang budaya.
Advertisement
Keberhasilan "Tegar" juga membuka jalan bagi sekuelnya, "Teman Tegar: Maira (Whisper from Papua)". Film ini akan mengeksplorasi tema persahabatan, keberanian, dan pelestarian lingkungan di Papua, dijadwalkan rilis akhir 2025.
Advertisement
Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Film Indonesia
Di Silk Road International Film Festival 2025, Anggi Frisca juga memperkenalkan proyek kolaborasi film Indonesia-China. Proyek ini berpusat pada tema mimpi, teknologi, dan persahabatan, yang disimbolkan oleh Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Kolaborasi semacam ini menunjukkan komitmen untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan sinema Indonesia. Ini juga menjadi strategi penting agar **Film Indonesia Mendunia** semakin dikenal luas dan diterima pasar internasional.
Aksa Bumi Langit, sebuah Ekosistem Laboratorium Film yang berdiri sejak 2014, berperan aktif dalam pengembangan film berbasis kekayaan intelektual (IP). Mereka berupaya memperluas jangkauan karya tidak hanya di bioskop, tetapi juga ke musik, buku, dan merchandise.
Advertisement
Pendekatan ini memastikan bahwa cerita dan karakter dari film Indonesia dapat terus hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk media. Ini memperkuat ekosistem ekonomi kreatif secara keseluruhan dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews