Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menemukan 20 jenazah korban runtuhnya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo. Penemuan ini terjadi secara bertahap pada Sabtu (4/10) malam hingga Minggu (5/10) dini hari.
Dengan penemuan terbaru tersebut, total korban insiden tragis ini kini mencapai 141 orang. Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti di tengah kondisi lapangan yang semakin sulit dan penuh tantangan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Mereka menggunakan alat berat sebagai pembuka akses untuk kemudian tim SAR melaksanakan evakuasi jika memang terlihat.
Advertisement
Advertisement
Proses Evakuasi Intensif di Malam Hari
Tim SAR gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi korban runtuhnya mushalla Ponpes Al Khoziny. Pada Sabtu (4/10) malam, korban ke-38 berhasil dievakuasi pada pukul 23:26 WIB, disusul korban ke-39 pada pukul 23:29 WIB.
Proses evakuasi berlanjut hingga dini hari Minggu (5/10) tanpa henti. Korban ke-40 ditemukan pukul 00:13 WIB, diikuti korban ke-41 pada pukul 00:29 WIB, lalu korban ke-42 dan ke-43 dalam selang waktu kurang dari tiga menit.
Meskipun kondisi lapangan semakin menantang dengan banyaknya material bangunan, para petugas tidak menyerah. Sekitar pukul 01:34 WIB, korban ke-44 ditemukan, diikuti korban ke-45 sekitar tujuh menit kemudian, menunjukkan kegigihan tim.
Advertisement
Penemuan berlanjut dengan korban ke-46 dan ke-47 yang berhasil dievakuasi secara berurutan pada pukul 01:46 dan 01:53 WIB. Seluruh penemuan pada Minggu (5/10) dini hari ini berada di sektor A3, area yang memerlukan penanganan khusus.
Advertisement
Tantangan dan Strategi Evakuasi Korban Runtuhnya Mushalla
Nanang Sigit menjelaskan bahwa "Proses demi proses dilakukan dengan hati-hati, mengingat banyaknya material bangunan yang masih menutupi area pencarian." Hal ini menjadi kendala utama bagi tim dalam melakukan evakuasi korban runtuhnya mushalla.
"Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian bisa mengevakuasi korban dari timbunan material," jelas Nanang. Ini menunjukkan kompleksitas operasi pencarian.
Dalam prosesnya, tim SAR gabungan menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi untuk melakukan evakuasi. Namun, penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang melakukan pemotongan besi dan pengangkatan manual demi faktor keselamatan.
Advertisement
Setelah berhasil dievakuasi, semua jenazah korban runtuhnya mushalla segera dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya. Di sana, tim DVI Polda Jawa Timur akan melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas setiap korban.
Advertisement
Update Total Korban dan Identifikasi
Dari hasil temuan terbaru tersebut, total korban insiden runtuhnya mushalla Ponpes Al Khoziny telah mencapai 141 orang. Angka ini mencakup semua individu yang terdampak oleh kejadian tragis tersebut di Sidoarjo.
Dari jumlah total 141 korban, sebanyak 104 orang dilaporkan selamat dari reruntuhan bangunan. Sementara itu, 37 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat insiden runtuhnya mushalla tersebut.
Proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara Surabaya menjadi langkah penting berikutnya. Ini untuk memastikan setiap korban teridentifikasi dengan benar dan dapat diserahkan kepada keluarga yang berduka.
Advertisement
Sumber: AntaraNews