Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur telah mengambil langkah cepat dengan memberikan layanan trauma healing kepada tiga keluarga korban ambruknya mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Peristiwa tragis ini terjadi di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, memicu kesedihan mendalam bagi para keluarga yang terdampak. Bantuan psikologis ini bertujuan untuk membantu keluarga menghadapi duka dan memulihkan kondisi mental mereka.
Layanan khusus ini tidak menunggu keluarga korban datang, melainkan diinisiasi langsung oleh tim Dinsos Jatim yang proaktif. Mereka mengidentifikasi keluarga yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan emosional, seperti tidak fokus atau bersandar pada anggota keluarga lainnya. Pendekatan personal ini memastikan bahwa bantuan diberikan tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga yang sedang berduka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari intuisi tim dalam mendeteksi kebutuhan psikologis. Tim trauma healing bekerja secara langsung di lapangan, memberikan dukungan moral dan penguatan. Harapannya, keluarga korban dapat melewati masa sulit ini dengan lebih tenang dan mendapatkan kembali kekuatan emosional mereka.
Advertisement
Advertisement
Layanan trauma healing yang diberikan oleh Dinsos Jatim kepada tiga keluarga korban ambruknya mushalla difokuskan pada penguatan psikologis dan motivasi. Restu Novi Widiani mengemukakan bahwa ketiga keluarga yang mendapatkan pendampingan ini tidak menunjukkan gejala ekstrem yang memerlukan intervensi medis berat.
“Yang tiga ini sudah bisa ikhlas. Hanya perlu motivasi, tidak perlu obat-obatan. Tetapi nanti ketika bertemu langsung dengan jenazah, itu bisa menjadi tahap berikutnya,” ujar Restu Novi Widiani di Surabaya, Sabtu. Pernyataan ini menegaskan bahwa kondisi psikologis awal keluarga korban masih dalam tahap yang dapat ditangani dengan pendekatan non-medis.
Tim pendampingan terus memantau perkembangan kondisi emosional keluarga, terutama saat proses identifikasi jenazah. Tahap ini seringkali menjadi momen krusial yang dapat memicu kembali trauma. Oleh karena itu, kesiapan tim untuk memberikan dukungan lanjutan sangat penting guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan trauma healing ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan dukungan yang komprehensif. Dinsos Jatim mengintegrasikan peran pekerja sosial, relawan Jatim Social Care, serta tenaga psikolog klinis dari Rumah Sakit Menur. Keterlibatan para ahli ini menjamin kualitas layanan psikologis yang diberikan kepada keluarga korban.
Selain itu, Dinsos Jatim juga aktif berkoordinasi dengan komunitas terapis lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dukungan dan membantu menurunkan tingkat stres yang dialami oleh keluarga korban. Pendekatan multisektor ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan bantuan yang holistik.
Tidak hanya dukungan mental, tim Dinsos Jatim juga memastikan kebutuhan dasar keluarga korban terpenuhi. “Asupan juga penting. Ada minuman hangat, makanan ringan, karena ada yang tidak bisa makan nasi akibat terlalu sedih,” tambah Restu. Pemenuhan kebutuhan fisik seperti makanan dan minuman hangat ini sangat krusial untuk menjaga stamina dan kesehatan keluarga di tengah duka mendalam yang mereka alami.
Advertisement
Sumber: AntaraNews