PSSI dan Djarum Foundation Gelar Sertifikasi Pelatih Lisensi D di Kudus, Biaya Hanya Rp750 Ribu!

PSSI dan Djarum Foundation berkolaborasi menggelar **Sertifikasi Pelatih PSSI Djarum** Lisensi D Nasional di Kudus, memberikan kesempatan emas bagi 30 pelatih dengan biaya terjangkau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PSSI dan Djarum Foundation Gelar Sertifikasi Pelatih Lisensi D di Kudus, Biaya Hanya Rp750 Ribu!
PSSI dan Djarum Foundation berkolaborasi menggelar **Sertifikasi Pelatih PSSI Djarum** Lisensi D Nasional di Kudus, memberikan kesempatan emas bagi 30 pelatih dengan biaya terjangkau. (AntaraNews)

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife, berkolaborasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sukses menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional. Kegiatan penting ini berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, mulai tanggal 29 September hingga 5 Oktober 2023, menarik perhatian banyak pihak.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 pelatih dan guru olahraga dari berbagai daerah, dipimpin langsung oleh Coach Educator PSSI Muhammad Hanafing Ibrahim yang memiliki lisensi AFC Pro. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari rangkaian program MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang bertujuan mulia.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk secara signifikan meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia dini di wilayah Kudus dan sekitarnya. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan fondasi sepak bola Indonesia semakin kuat dari tingkat dasar.

Meningkatkan Kualitas Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Program Director MLSC, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa kegiatan sertifikasi ini berawal dari tingginya minat masyarakat Kudus terhadap sepak bola. Antusiasme para guru olahraga untuk memperdalam ilmu kepelatihan juga menjadi pendorong utama terlaksananya program ini.

“Melalui sertifikasi ini, kami ingin memberi kesempatan bagi para pelatih dan guru olahraga untuk mendapatkan pendidikan formal kepelatihan, agar dapat memberikan pembinaan yang lebih baik bagi anak didiknya,” ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Teddy menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PSSI, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, dan Asosiasi Kabupaten (Askab) Kudus. Ia sangat berharap pelatihan ini dapat berkontribusi pada lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem sepak bola daerah secara keseluruhan, termasuk dalam pengembangan sepak bola putri yang kini semakin diminati.

Pentingnya Lisensi D dan Materi Pelatihan Komprehensif

Pelatihan sertifikasi **Sertifikasi Pelatih PSSI Djarum** ini terbagi menjadi dua tahap utama, yaitu sesi teori dan praktik lapangan. Materi teori mencakup filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), peran krusial seorang pelatih, prinsip-prinsip bertahan dan menyerang, serta manajemen permainan yang efektif.

Adapun sesi praktik mencakup berbagai latihan dasar yang fundamental seperti passing, kontrol bola, dribbling, hingga strategi permainan yang lebih kompleks. Coach Hanafing menjelaskan bahwa lisensi D merupakan tahapan awal yang sangat penting bagi siapa pun yang bercita-cita meniti karir sebagai pelatih profesional.

“Lisensi ini adalah pintu masuk bagi pelatih untuk memahami fondasi teknik dasar yang benar, terutama bagi pemain usia dini,” katanya. Menurutnya, pelatih yang berkompeten akan mampu melahirkan pemain-pemain yang lebih baik di masa depan.

“Pelatih hebat akan melahirkan pemain hebat. Karena itu, penting bagi pelatih untuk memiliki lisensi dan pemahaman yang terstandar,” ujarnya menegaskan, menyoroti pentingnya standarisasi dalam dunia kepelatihan.

Dukungan dan Apresiasi Peserta Terhadap Program

Program sertifikasi **Sertifikasi Pelatih PSSI Djarum** kali ini juga mendapat apresiasi tinggi dari para peserta karena biayanya yang jauh lebih terjangkau. Jika umumnya biaya untuk mendapatkan lisensi D mencapai sekitar Rp3 juta, peserta hanya dikenakan biaya sebesar Rp750.000.

Biaya yang sangat terjangkau ini dimungkinkan berkat dukungan penuh dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife. Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, seorang guru olahraga dari SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.

“Materinya menarik dan menambah wawasan kami. Program ini sangat membantu karena biayanya terjangkau dan langsung diajar oleh instruktur PSSI,” katanya, mengungkapkan kepuasannya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada jenjang lisensi berikutnya, sehingga semakin banyak pelatih di daerah yang menjadi terampil dan tersertifikasi. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan sepak bola di tingkat akar rumput.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi