Gratis dan Efektif, Pemkot Pekalongan Optimalkan Rumah Singgah Gizi Tekan Gizi Buruk Balita

Pemkot Pekalongan gencar optimalkan Rumah Singgah Gizi, sebuah layanan kesehatan gratis untuk menekan angka gizi buruk dan stunting pada balita.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gratis dan Efektif, Pemkot Pekalongan Optimalkan Rumah Singgah Gizi Tekan Gizi Buruk Balita
Pemkot Pekalongan gencar optimalkan Rumah Singgah Gizi, sebuah layanan kesehatan gratis untuk menekan angka gizi buruk dan stunting pada balita. Cari tahu bagaimana program ini bekerja! (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kini semakin gencar mengoptimalkan peran Rumah Singgah Gizi. Program ini menjadi layanan kesehatan krusial untuk menekan angka gizi buruk dan kasus stunting pada balita.

Inisiatif strategis ini melibatkan berbagai tenaga medis profesional, mulai dari dokter anak hingga ahli gizi. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan status gizi dan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.

Sejak diluncurkan pada tahun 2012, program ini telah menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Layanan ini bahkan memfasilitasi fisioterapi bagi balita yang membutuhkan penanganan lanjutan secara gratis.

Peran Vital Rumah Singgah Gizi dalam Penanganan Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menegaskan bahwa Rumah Singgah Gizi memiliki tujuan utama yang sangat penting. Program ini dirancang untuk menurunkan angka gizi buruk dan stunting pada balita secara signifikan. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan status gizi serta kesehatan anak-anak di Pekalongan.

Puji Winarti menambahkan bahwa inisiatif ini juga berfokus pada penguatan pengetahuan orang tua. Edukasi mengenai asupan gizi seimbang menjadi salah satu pilar utama yang diajarkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan praktik gizi yang baik di lingkungan keluarga.

Didampingi Ketua Tim Kesehatan Keluarga dan Gizi, Devi Hardiyanti, ia menjelaskan bahwa Rumah Singgah Gizi berfungsi sebagai sarana pemantauan pertumbuhan. Program ini juga menyediakan edukasi keterampilan, termasuk praktik memasak makanan pendamping ASI yang sesuai kebutuhan balita. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan gizi.

Layanan Komprehensif dan Aksesibilitas Rumah Singgah Gizi

Antusiasme masyarakat terhadap program Rumah Singgah Gizi ini terbilang sangat tinggi sejak awal pembukaannya pada tahun 2012. Rata-rata tingkat kunjungan mencapai 15 hingga 20 pasien balita dengan masalah gizi setiap sesinya. Ini menunjukkan kebutuhan yang besar akan layanan semacam ini di Pekalongan.

Program Rumah Singgah ini tidak hanya berfokus pada edukasi dan pemantauan gizi, tetapi juga memfasilitasi fisioterapi. Layanan ini ditujukan bagi balita yang memerlukan terapi lanjutan, di mana rujukan langsung berasal dari dokter spesialis anak. Ini menjamin penanganan yang holistik bagi setiap pasien.

Puji Winarti menjelaskan bahwa Rumah Singgah Gizi dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sebulan, yaitu pada minggu pertama dan ketiga. Layanan kesehatan ini terbuka lebar bagi seluruh masyarakat, khususnya bayi dan balita di daerah tersebut. Proses deteksi awal atau skrining dilakukan di puskesmas masing-masing.

Apabila ditemukan masalah gizi, balita akan segera dirujuk ke Rumah Singgah Gizi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penting untuk dicatat bahwa semua layanan yang tersedia diberikan secara gratis. Baik peserta BPJS maupun masyarakat yang belum memiliki BPJS dapat mengakses fasilitas ini tanpa biaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi