Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang bersama Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) Semarang baru-baru ini menyelenggarakan sebuah acara edukasi medis yang inovatif. Kegiatan bertajuk "Guest Lecture and Live Surgery on Brain Tumor Otak" ini menampilkan siaran langsung operasi tumor otak.
Acara tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 27 hingga 28 September 2025, bertempat di fasilitas RSND Semarang. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi berbagai kalangan praktisi medis.
Tujuan utama dari penyelenggaraan "live surgery" ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah serta mendukung pengembangan akademik RSND sebagai rumah sakit pendidikan. Metode operasi yang disiarkan langsung ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman para peserta.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Bedah Saraf dan Edukasi Medis
Direktur RSND Semarang, dr. Agus Setiyo Hadipurwanto, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pembelajaran klinis biasa. Ini merupakan bukti nyata komitmen RSND dalam mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan.
"'Live surgery' ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran klinis, tetapi juga bukti nyata bahwa RSND siap mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Jawa Tengah, sekaligus pengembangan akademik sebagai rumah sakit pendidikan," kata dr. Agus.
Para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dokter muda, hingga praktisi medis diharapkan dapat memperoleh wawasan mendalam. Mereka akan memahami penanganan kasus bedah saraf yang kompleks secara langsung dari para ahli.
Advertisement
RSND Semarang ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya di Jawa Tengah. Hal ini mencakup pemahaman tentang tantangan serta solusi terkini di bidang kedokteran.
Advertisement
Keunggulan Metode Operasi Transnasal Endoskopi
Salah satu aspek paling menarik dari "live surgery" ini adalah metode operasi tumor otak yang inovatif. Mentor penanggung jawab, Prof. dr. M. Thohar Arifin, PhD, Sp.BS(K), menjelaskan bahwa operasi dilakukan melalui lubang hidung.
Pendekatan ini berarti tidak perlu membuka tempurung kepala, sebuah terobosan yang signifikan dalam bedah saraf. "Secara kompetensi, kami sudah bisa melakukan prosedur operasi itu," ujar Prof. Thohar, menegaskan kemampuan RSND.
Dokter pelaksana operasi, dr. Yuriz Bakhtiar, Sp.BS(K), Ph.D, menambahkan bahwa operasi tumor otak melalui hidung dengan endoskopi lebih efektif. Alat endoskopi memungkinkan kontrol perdarahan yang sangat baik, bahkan sekecil apapun.
Advertisement
Metode ini juga diklaim mengurangi risiko kerusakan otak secara signifikan, mempercepat waktu operasi menjadi sekitar 2,5-3 jam. Pasien bahkan bisa beraktivitas kembali dalam 2-3 hari, meskipun tidak semua kasus tumor otak bisa ditangani dengan cara ini dan memerlukan pemeriksaan CT-Scan.
Advertisement
Dukungan Ahli dan Kesiapan RS Pendidikan
Sebagai rumah sakit pendidikan Undip, RSND Semarang saat ini diperkuat oleh tim medis yang sangat kompeten. Mereka memiliki 156 dokter spesialis dan 169 dokter subspesialis yang siap memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Kehadiran dua mentor asing ahli bedah saraf dari Kagoshima University Japan, Singo Fujio MD, PhD dan Hitoshi Yamahata, Ph.D, turut menambah bobot acara ini. Mereka hadir langsung untuk mengamati jalannya operasi dan berbagi keahlian.
Prof. Thohar Arifin menekankan bahwa RSND sebagai rumah sakit pendidikan dan FK Undip terus berupaya "upgrade" kemampuan. Tujuannya adalah untuk menghadirkan layanan yang paripurna dan sesuai dengan perkembangan medis terkini.
Advertisement
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen RSND dan FK Undip dalam mengembangkan ilmu kedokteran dan memberikan layanan terbaik. Ini juga memperkuat posisi mereka sebagai pusat rujukan bedah saraf yang inovatif di Indonesia.
Sumber: AntaraNews