BNPB Kirim Tim Pemulihan Pasca Gempa Jawa Timur M 5,7: Banyuwangi dan Situbondo Terdampak, Ini Faktanya!

BNPB bergerak cepat mengirim tim ke Jawa Timur pasca gempa M 5,7 yang mengguncang Banyuwangi dan Situbondo. Apa saja langkah pemulihan yang akan dilakukan pemerintah pusat?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Kirim Tim Pemulihan Pasca Gempa Jawa Timur M 5,7: Banyuwangi dan Situbondo Terdampak, Ini Faktanya!
Gempa bumi berkekuatan M 5,3 mengguncang Situbondo, Jawa Timur, menyebabkan 50 rumah warga dan 7 pos Taman Nasional Baluran rusak. Simak detail kerusakan dan dampaknya. (Merdeka.com)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan tim khusus menuju wilayah Jawa Timur. Pengiriman tim ini bertujuan untuk mendampingi upaya pemulihan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 yang mengguncang daerah Banyuwangi dan Situbondo pada Kamis sore.

Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis malam, menegaskan komitmen pemerintah pusat. Beliau memerintahkan jajaran Deputi Bidang Penanganan Darurat untuk segera memonitor dan mengambil langkah cepat setelah menerima laporan kaji cepat dari lapangan.

Tim yang diterjunkan ini akan memberikan pendampingan intensif serta melakukan pendataan awal secara kolaboratif. Mereka bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan lintas sektor terkait lainnya.

Langkah Cepat BNPB Tangani Gempa Jawa Timur

BNPB menunjukkan respons cepat dalam menanggapi insiden gempa Jawa Timur yang terjadi. Kepala BNPB Suharyanto secara langsung menginstruksikan jajarannya untuk segera bertindak setelah menerima informasi awal.

"Tim akan memberikan pendampingan dan melakukan pendataan awal bersama BPBD serta lintas sektor lainnya," kata Suharyanto, menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan bencana.

Langkah sigap ini merupakan manifestasi komitmen pemerintah pusat untuk hadir di fase awal bencana. Tujuannya adalah memastikan masyarakat terdampak gempa Jawa Timur segera mendapatkan dukungan yang diperlukan.

Selain fokus pada pendampingan, tim BNPB juga memiliki tugas krusial lainnya. Mereka bertanggung jawab memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal, mulai dari proses evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Dampak Gempa M 5,7 di Banyuwangi dan Situbondo

Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 tersebut memiliki episentrum di laut, tepatnya 46 kilometer timur laut Banyuwangi dan 54 kilometer tenggara Situbondo. Kedalaman gempa tercatat relatif dangkal, yakni 12 kilometer.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat selama 2-3 detik di kedua wilayah, Banyuwangi dan Situbondo. Kondisi ini sempat memicu kepanikan di kalangan warga, membuat mereka berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.

Hasil kaji cepat yang diterima BNPB menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa bangunan. Di Banyuwangi, tercatat satu rumah dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan ringan.

Sementara itu, dampak gempa di Situbondo tercatat lebih signifikan, dengan 21 bangunan rusak berat, 11 rusak sedang, dan 16 rusak ringan. Selain itu, satu masjid juga mengalami kerusakan pada bagian atapnya.

Koordinasi dan Pemulihan Pascagempa

Tim BNPB yang dikirim ke Jawa Timur memiliki peran vital dalam fase pemulihan pascagempa. Mereka bertugas mengawal seluruh proses, mulai dari respons darurat hingga upaya percepatan pemulihan jangka panjang.

Koordinasi yang efektif antarinstansi menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan baik. Hal ini mencakup penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara bagi para korban gempa.

Hingga laporan terakhir pada pukul 21.20 WIB, BNPB memastikan belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa ini. Ini adalah kabar baik di tengah upaya penanganan bencana yang sedang berlangsung.

Pendataan lapangan masih terus dilakukan oleh tim petugas gabungan daerah setempat. Informasi mengenai dampak dan kebutuhan akan terus diperbarui seiring dengan berjalannya proses asesmen di wilayah terdampak gempa Jawa Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi