Tren Fashion Online Melejit Jelang Hari Batik, Tokopedia dan TikTok Shop Ungkap Data Terbaru

Lonjakan ini tak lepas dari strategi pemasaran kreatif yang diluncurkan kedua platform.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Tren Fashion Online Melejit Jelang Hari Batik, Tokopedia dan TikTok Shop Ungkap Data Terbaru
Promo Guncang! Tokopedia dan TikTok Shop Bantu UMKM Lokal Raup Cuan (@ 2025 merdeka.com)

Menjelang peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2025, dua raksasa e-commerce, Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia, mengungkapkan pertumbuhan yang signifikan dalam transaksi produk fashion selama kuartal III 2025. Secara nasional, terjadi peningkatan pesanan sebesar 82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini tak lepas dari strategi pemasaran kreatif yang diluncurkan kedua platform, termasuk kampanye promosi tematik seperti "Guncang" di momen tanggal kembar, serta peluncuran etalase khusus "Melokal Dengan Batik" yang menyoroti produk-produk lokal unggulan.

"Kenaikan ini didorong oleh berbagai inisiatif kolaboratif, seperti promo tanggal kembar ‘Guncang’ dan etalase khusus produk batik ‘Melokal Dengan Batik’ di Tokopedia maupun TikTok Shop,” kata Communications Senior Lead, Tokopedia and TikTok E-commerce, Antonia Adega di Yogyakarta, Rabu (23/9).

Selama gelaran promo Guncang 9.9 2025, sejumlah item fashion terlaris di Tokopedia mencakup oversized t-shirt, ikat rambut, dan celana pendek unisex. Sementara di TikTok Shop, hijab, kulot, dan tas mencatat angka penjualan tertinggi. Produk batik pun tak kalah bersaing. Tiga item dengan transaksi tertinggi di halaman “Melokal Dengan Batik” adalah set kebaya dan rok batik, kemeja batik pria, serta batik couple.

"Artinya, produk-produk fashion tersebut sangat diminati oleh pembeli. Temuan ini bisa menjadi wawasan tersendiri bagi penjual khususnya yang bergerak di industri fashion, atau bagi siapa saja yang punya niat memulai bisnis fashion bersama Tokopedia dan TikTok Shop,” ujarnya.

DIY Catat Pertumbuhan Fashion Online Hingga 89%

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sebagai salah satu pusat produksi batik ternama di Indonesia, turut menunjukkan performa luar biasa dalam sektor fashion online. Wilayah ini mencatatkan kenaikan pesanan hingga 89% dalam tiga bulan terakhir, dibandingkan kuartal III 2024.

Dua pelaku usaha lokal, Rianty Batik dan Delova Wardrobe, menjadi contoh sukses bagaimana pemanfaatan teknologi dan konten digital dapat memperluas jangkauan pasar batik ke level nasional bahkan internasional.

Aditya Suryadinata, pemilik Rianty Batik, menyebut bahwa video pendek dan siaran langsung kini menjadi alat promosi utama untuk menjangkau konsumen secara lebih personal dan interaktif.

Hal senada disampaikan oleh Mutiara Kurnia Dewi dari Delova Wardrobe, yang menyebut bahwa 70 persen penjualan tokonya di TikTok Shop berasal dari live streaming.

Rekomendasi