Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, gencar melaksanakan program vaksinasi. Langkah ini bertujuan untuk melindungi ternak sapi dan kambing dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kegiatan ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Program vaksinasi ini dilakukan secara rutin di berbagai lokasi di Kota Madiun. Hingga saat ini, upaya tersebut berhasil mempertahankan status nol kasus PMK di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi pencegahan yang diterapkan.
Margaretha Dian Wartiningdyah, Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Madiun, menegaskan pentingnya program ini. Ia menyatakan bahwa vaksinasi tidak hanya dilakukan berdasarkan laporan, tetapi sudah menjadi agenda rutin. Ini memastikan semua ternak rentan PMK menerima perlindungan optimal.
Advertisement
Advertisement
Vaksinasi PMK, Program Vital untuk Kesehatan Ternak
Vaksinasi PMK merupakan inisiatif krusial yang didukung penuh oleh anggaran APBN dan APBD Provinsi Jawa Timur. Program ini dirancang untuk terus berjalan hingga Indonesia secara resmi dinyatakan bebas dari PMK. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga sektor peternakan nasional.
Sejak awal tahun hingga September 2025, DKPP Kota Madiun telah berhasil memvaksinasi sebanyak 1.275 ternak ruminansia. Jumlah ini mencakup sapi, kambing, dan domba yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data ini menunjukkan cakupan vaksinasi yang luas dan merata.
Respons dari para peternak terhadap program vaksinasi PMK ini sangat positif dan antusias. Mereka menyambut baik upaya pemerintah dalam melindungi hewan ternak mereka. Program ini dianggap sangat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Vaksinasi PMK bagi Peternak Lokal
Salah satu peternak domba di Jalan Pilang Madya, Kelurahan Pilangbango, Kota Madiun, bernama Pungki, merasakan langsung manfaat vaksinasi. Ia secara rutin mengikuti program ini setiap bulan untuk domba-dombanya. Keterlibatan aktif peternak sangat mendukung keberhasilan program.
Pungki mengungkapkan bahwa berkat vaksinasi PMK, jumlah dombanya telah berkembang pesat. Awalnya ia hanya memiliki delapan ekor domba, kini jumlahnya meningkat menjadi 22 ekor. Ini menunjukkan bahwa kesehatan ternak yang terjaga berkorelasi langsung dengan produktivitas.
"Yang terpenting bagi kami peternak adalah adanya vaksin ini. Hewan jadi sehat dan terhindar dari penyakit," ujar Pungki. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya program vaksinasi dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan ekonomi peternak.
Advertisement
Dalam setiap kegiatan vaksinasi, petugas tidak hanya menyuntikkan vaksin PMK. Mereka juga memberikan vitamin dan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada hewan ternak. Dalam satu kali pelaksanaan, kegiatan ini bisa menjangkau lima hingga enam lokasi berbeda di Kota Madiun.
Sumber: AntaraNews