Viral Sekda Bali Marahi ASN Terkait Donasi Banjir, ini Tanggapan Gubernur Koster

Terkait adanya patokan donasi, Koster menjelaskan hal itu wajar karena penghasilan ASN berbeda-beda.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Viral Sekda Bali Marahi ASN Terkait Donasi Banjir, ini Tanggapan Gubernur Koster
Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur Bali kelas dunia untuk menjaga daya saing pariwisata. Mengapa kontribusi besar Bali tak diimbangi pembangunan? (Merdeka.com)

Gubernur Bali, I Wayan Koster menanggapi viralnya video Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang terlihat memarahi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait imbauan donasi untuk korban banjir. Menurut Koster, tindakan Dewa Made Indra bukan teguran, melainkan bentuk pembinaan sebagai pembina pegawai.

"Beliaunya tidak menegur, beliau itu sekda sebagai pembina pegawai, wajar saja dan ini donasinya adalah sifatnya gotong royong dan sukarela. Apa yang menjadi masalah?" kata Koster di Denpasar, Senin (22/9).

Terkait adanya patokan donasi, Koster menjelaskan hal itu wajar karena penghasilan ASN berbeda-beda, mulai dari Rp8 juta hingga Rp30 juta per bulan. Namun, besaran donasi tetap sukarela.

"Kan diberikan acuan, mau sesuai acuan, mau lebih besar, mau lebih rendah, enggak (donasi) juga enggak apa-apa. Enggak ada masalah," imbuhnya.

Koster menegaskan hasil donasi akan dikelola secara transparan oleh Badan Kepegawaian Daerah Bali, sebagaimana pola yang pernah diterapkan saat erupsi Gunung Agung dan pandemi Covid-19. Ia juga memastikan bantuan tersebut akan disalurkan atas nama Pemprov Bali, bukan individu ASN, demi menunjukkan semangat kolektif dan gotong royong.

Terkait pertanyaan soal penggunaan dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA), Koster menjelaskan dana itu sudah memiliki peruntukan khusus. Untuk penanganan dampak banjir, pemerintah bisa menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Kalau dengan cara begini lebih cepat. Sekarang menghadapi bencana, kita bantu langsung. Kalau nunggu mekanisme anggaran, waktunya lama," ujarnya.

Koster pun membantah isu bahwa ASN yang tidak menyumbang akan dimutasi.

"Enggak ada, bohong. Ini namanya sukarela, itu dibesar-besarkan dan enggak ada," tegasnya.

Sebelumnya, video Dewa Made Indra saat rapat daring pada Jumat (19/9) sempat viral. Dalam video itu, ia menyinggung ASN yang menolak besaran donasi banjir dan justru mempublikasikan ke publik, sehingga Pemprov Bali mendapat hujatan.

"Pemprov Bali dihujat mulai kemarin, cuma saya berusaha memberikan rilis-rilis," ujar Dewa Indra.

Rekomendasi