Sebuah bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember dengan jumlah 52 penumpang mengalami kecelakaan di jalur Gunung Bromo, Probolinggo Jawa Timur, Minggu (14/9). Delapan orang penumpang dikabarkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi membenarkan terkait dengan jumlah penumpang dan korban meninggal dunia akibat peristiwa itu.
“Ada 52 penumpang, 8 meninggal dunia, 44 masih observasi,” kata Iwan.
Advertisement
Korban Dirawat
Iwan mengatakan, 44 penumpang itu masih dirawat karena mengalami luka. Namun Iwan belum bisa membeberkan kondisi korban secara detail. Begitu juga identitasnya.
“44 dirawat artinya, kondisinya bermacam-macam, artinya secara medis itu mereka masih membutuhkan perawatan sementara ini dirawat di berbagai rumah sakit Probolinggo,” ucap dia.
Advertisement
Kronologi Kecelakaan
Sementara soal kronologi kecelakaan itu sendiri, Iwan mengatakan saat ini personel di lapangan masih melakukan olah TKP. Dia mengatakan bahwa akan menyampaikannya bula sudah ada hasilnya.
“Ini masih olah TKP, nanti kalau hasilnya olah TKP sudah nanti saya infokan lagi,” ucap dia.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira Manifes menyebut, para penumpang bus itu merupakan para keluarga tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember yang sedang dalam perjalanan wisata.
“Infonya ini rombongan keluarga nakes dari Jember, rombongan wisata keluarga,” ucap Safiq.
Safiq mengakui kejadian itu memakan korban jiwa, dan korban luka. Namun untuk jumlah pastinya dia belum bisa memastikan karena masih dalam proses pendataan.
“Ada korban luka-luka dan ada korban meninggal, walaupun untuk jumlahnya belum bisa kami pastikan,” ujar dia.
Pasalnya Safiq mengatakan bahwa pada saat kejadian warga di sekitar langsung berupaya menolong korban dan melarikannya ke tiga fasilitas kesehatan terdekat.
“Pada saat kejadian itu sudah banyak masyarakat yang menolong korban, korban terbagi di tiga rumah sakit, yaitu di Puskesmas Lumbang, Puskesmas Sakapura dan RSUD dr Saleh Probolinggo,” kata dia.