Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat baru-baru ini menggelar kegiatan pembagian sayuran. Sebanyak 110 kantong sayuran segar berhasil didistribusikan kepada warga setempat di Kembangan.
Pembagian sayuran ini berlangsung pada hari Jumat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan hasil Pertanian Perkotaan Jakarta Barat kepada masyarakat luas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong warga untuk lebih mengenal BPP Kembangan. Mereka diharapkan dapat belajar serta mencoba praktik menanam sendiri di lingkungan rumah masing-masing.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Panen dari Pertanian Perkotaan Jakarta Barat
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Novy C. Palit, menjelaskan bahwa seluruh produk pertanian yang dibagikan berasal dari hasil panen lokal. Sebagian besar sayuran dipanen langsung dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembangan. Ini menunjukkan potensi besar pertanian perkotaan Jakarta Barat.
Uniknya, sebagian sayuran lainnya juga merupakan hasil panen dari "rooftop" atau atap gedung parkir kantor Wali Kota Jakarta Barat. Inovasi ini membuktikan bahwa lahan terbatas tidak menjadi penghalang untuk kegiatan pertanian produktif. Program ini menjadi contoh nyata keberhasilan pertanian perkotaan Jakarta Barat.
Setiap kantong sayuran yang dibagikan kepada warga berisi beragam jenis komoditas. Di antaranya terdapat sawi, pakcoy, kangkung, jagung, dan terong segar. Keberagaman ini menunjukkan kemampuan BPP Kembangan dalam menghasilkan berbagai jenis sayuran.
Advertisement
Advertisement
Ratusan Kilogram Sayuran Dibagikan untuk Warga
Total sayuran yang berhasil dibagikan mencapai sekitar 82 kilogram kepada masyarakat. Jumlah ini terbagi dalam 110 kantong yang didistribusikan secara langsung. Pembagian ini dilakukan kepada warga yang melintas di depan BPP Kembangan.
Novy merinci bahwa pembagian tersebut meliputi 12,5 kg sawi, 25 kg pakcoy, dan 16,5 kg kangkung. Selain itu, terdapat 21 kg jagung dan 7 kg terong yang juga ikut dibagikan. Angka ini menunjukkan skala produksi pertanian perkotaan Jakarta Barat yang cukup signifikan.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas pembagian hasil panen semata. Lebih dari itu, inisiatif ini merupakan upaya edukasi agar warga mengenal lebih dekat BPP Kembangan. Diharapkan masyarakat dapat terinspirasi untuk memulai pertanian perkotaan di lingkungan mereka.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Siklus Tanam Pertanian Perkotaan
Suku Dinas KPKP Jakarta Barat secara rutin menanam berbagai komoditas pertanian di BPP Kembangan. Tanaman yang dibudidayakan meliputi terong, pakcoy, bayam, kangkung, hingga cabai. Keanekaragaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin belajar.
Masa panen untuk setiap komoditas pertanian bervariasi, bergantung pada jenis tanamannya. Kangkung, misalnya, dapat dipanen dalam waktu sekitar 21 hari setelah tanam. Sementara itu, terong, tomat, dan jagung membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk siap panen.
Melalui kegiatan pembagian sayuran ini, warga diharapkan tidak hanya menikmati hasil panen. Mereka juga diharapkan dapat memahami proses dan siklus tanam dari pertanian perkotaan Jakarta Barat. Ini adalah langkah penting dalam membangun ketahanan pangan lokal.
Advertisement
"Dengan kegiatan ini diharapkan warga tak hanya menikmati hasil panen tapi juga bisa mengenal BPP. Bisa belajar dan mencoba menanam sendiri," ujar Novy C. Palit, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat. Kutipan ini menegaskan tujuan utama dari program edukasi ini.
Sumber: AntaraNews