Tim SAR gabungan di Bali berhasil menuntaskan operasi penyelamatan besar-besaran menyusul banjir yang melanda Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Sebanyak 142 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, menunjukkan respons cepat dari petugas di lapangan. Sayangnya, musibah ini juga merenggut nyawa tiga orang yang ditemukan meninggal dunia.
Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa operasi ini tidak hanya menyasar masyarakat lokal. Sejumlah wisatawan asing yang terjebak banjir juga turut menjadi prioritas evakuasi. Proses penyelamatan dimulai sejak pagi hari, meskipun tim menghadapi hambatan signifikan akibat akses jalan yang tergenang air.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 10 September, setelah hujan deras menyebabkan genangan air tinggi di berbagai wilayah. Tim SAR mengerahkan berbagai sumber daya untuk menjangkau korban yang tersebar di beberapa lokasi. Upaya kolaboratif ini menunjukkan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Operasi Penyelamatan di Denpasar dan Badung
Proses evakuasi dimulai pada pukul 07.30 Wita di kawasan Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani, Denpasar. Dua orang dewasa dan satu anak-anak menjadi kelompok pertama yang berhasil diselamatkan dari genangan air. Ini menandai awal dari serangkaian upaya penyelamatan yang intensif di berbagai titik.
Tidak lama berselang, pada pukul 08.00 Wita, tim SAR gabungan kembali mengevakuasi 30 orang dewasa di Lingkungan Wiraraja Ubung Kaja, Denpasar. Semua korban berhasil diselamatkan dalam keadaan aman. Kecepatan respons ini sangat krusial dalam meminimalisir dampak buruk banjir.
Pukul 09.30 Wita, lima orang dewasa dan dua balita juga berhasil dievakuasi dari Jalan Pulau Misol, Denpasar. Operasi Evakuasi Banjir Bali ini terus berlanjut dengan skala yang lebih besar. Pada pukul 10.30 Wita, 53 orang dewasa, 17 anak, dan 11 balita diselamatkan dari Jalan Pura Demak, Denpasar, menunjukkan konsentrasi korban di area tersebut.
Advertisement
Advertisement
Penemuan Korban dan Evakuasi Wisatawan Asing
Di tengah upaya penyelamatan, tim SAR juga menemukan korban meninggal dunia. Korban pertama ditemukan pukul 12.30 Wita di Jalan Hasanudin, Denpasar, dan langsung dievakuasi bersama dua korban selamat lainnya. Tragedi ini menambah duka di tengah musibah banjir yang melanda.
Kemudian, pada pukul 14.00 Wita, satu korban meninggal dunia kembali ditemukan di Pasar Kumbasari, tidak jauh dari lokasi penemuan sebelumnya. Satu korban selamat juga berhasil dievakuasi dari area tersebut. Penemuan ini menunjukkan luasnya dampak banjir di wilayah perkotaan.
Pukul 16.20 Wita, tim SAR mengevakuasi satu orang selamat dan satu orang meninggal dunia di Jalan Cokroaminoto Gang Anggrek, Denpasar. Total tiga korban meninggal dunia telah ditemukan dalam operasi ini. Proses identifikasi dan penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Advertisement
Menjelang sore, fokus Evakuasi Banjir Bali meluas ke kawasan pariwisata di Kabupaten Badung, khususnya bagi wisatawan. Pada pukul 16.30 Wita, tim SAR gabungan mengevakuasi sejumlah warga negara asing (WNA) yang terjebak. Mereka termasuk tiga WNA Arab, lima WNA Australia, empat WNA Rusia, dan tiga WNA Korea Selatan, bersama tiga WNI di Jalan Dewi Sri Kuta, Badung. Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menegaskan, "WNA semua terevakuasi ya langsung keluar hotel dan pulang diantar agen perjalanannya untuk ke bandara."
Advertisement
Tantangan dan Sumber Daya yang Dikerahkan
Operasi penyelamatan ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Akses jalan yang tergenang banjir menjadi hambatan utama bagi tim SAR untuk mencapai lokasi korban. Kondisi ini memperlambat proses evakuasi dan memerlukan strategi khusus untuk menjangkau area terdampak.
Hingga malam hari setelah operasi, enam korban masih dalam pencarian. Tim SAR berencana melanjutkan pencarian pada keesokan paginya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan dampak banjir masih terus berlangsung dan membutuhkan kesiapsiagaan penuh.
Untuk mendukung operasi Evakuasi Banjir Bali ini, berbagai alat dan personel telah dikerahkan. Peralatan yang digunakan meliputi:
Advertisement
- Sembilan unit perahu karet
- Dua unit kano
- Empat unit ambulans
- Satu unit mobil penyelamatan
- Satu unit truk penyelamatan
- Dua unit truk angkut personel dan peralatan SAR air
Ketersediaan peralatan ini sangat vital dalam memastikan kelancaran dan efektivitas operasi penyelamatan. Koordinasi antar instansi juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Sumber: AntaraNews
Advertisement