Tahukah Kamu? Mastera Kemendikdasmen Satukan Suara Penyair Muda Asia Tenggara Lewat Puisi

Program Penulisan Mastera Kemendikdasmen kembali digelar, menyatukan penyair muda dari Asia Tenggara. Simak bagaimana inisiatif ini memperkuat bahasa dan sastra sebagai pilar kebudayaan kawasan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Kamu? Mastera Kemendikdasmen Satukan Suara Penyair Muda Asia Tenggara Lewat Puisi
Program Penulisan Mastera Kemendikdasmen kembali digelar, menyatukan penyair muda dari Asia Tenggara. Simak bagaimana inisiatif ini memperkuat bahasa dan sastra sebagai pilar kebudayaan kawasan. (Merdeka.com)

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen kembali menginisiasi sebuah forum penting bagi perkembangan sastra di kawasan Asia Tenggara. Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) 2025 resmi diselenggarakan sebagai wadah strategis bagi para penyair muda. Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan suara dan gagasan mereka melalui karya-karya puisi yang autentik dan bermakna.

Acara yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 6 September ini, menjadi momentum krusial untuk mempertemukan talenta-talenta baru di bidang kepenulisan puisi. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan menulis, tetapi juga pada penguatan jejaring kreatif antarpenyair. Diharapkan, kolaborasi ini akan menghasilkan karya-karya yang mampu merefleksikan kekayaan budaya dan identitas kolektif Asia Tenggara.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, secara langsung menyampaikan komitmen lembaganya terhadap sastra, meskipun kata "sastra" tidak secara eksplisit tercantum dalam penjenamaan Badan Bahasa. Beliau menekankan bahwa sastra adalah bagian integral dari tugas dan fungsi lembaga tersebut. Program Mastera ini menjadi bukti nyata dari dedikasi tersebut, memperkuat peran bahasa dan sastra dalam membangun peradaban.

Dalam sambutannya, Hafidz Muksin menggarisbawahi esensi sastra dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menyatakan, "Bahasa tanpa sastra seperti mata uang tanpa nilai. Sastra dapat memperhalus rasa, mewujudkan asa, dan meneguhkan makna." Pernyataan ini menegaskan bahwa sastra memiliki kekuatan transformatif untuk membentuk karakter dan memperkaya batin manusia, serta memberikan nilai pada bahasa itu sendiri.

Kegiatan Program Penulisan Mastera Kemendikdasmen ini diharapkan dapat melahirkan alumnus-alumnus unggul di bidang penulisan puisi. Lebih lanjut, Badan Bahasa berkomitmen untuk menyiapkan kelas penulisan tingkat lanjut, memungkinkan para alumnus menjadi pembimbing bagi generasi penulis baru. Hal ini menunjukkan visi jangka panjang untuk keberlanjutan dan regenerasi sastrawan di Indonesia dan kawasan.

Selain fokus pada sastra, Hafidz Muksin juga mengingatkan tentang urgensi menjaga bahasa sebagai bagian fundamental dari kedaulatan bangsa. Beliau menegaskan, "Sejarah membuktikan perjuangan bangsa Indonesia yang diinisiasi oleh komitmen pada satu bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Karena itu, mari kita jaga bahasa bangsa, sebab kedaulatan bangsa sangat ditopang oleh kedaulatan bahasa." Pesan ini menyoroti peran strategis bahasa dalam menjaga identitas dan persatuan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Bahasa sekaligus Sekretaris Mastera Indonesia, Ganjar Harimansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada pertukaran pengalaman kreatif antara peserta dan pembimbing. Forum ini dirancang sebagai ruang interaksi, komunikasi, dan bedah karya yang intensif. Tujuannya adalah untuk memperkuat jejaring penulis di seluruh Asia Tenggara, menciptakan ekosistem sastra yang lebih kolaboratif dan dinamis.

Ganjar menambahkan bahwa Mastera, yang melibatkan negara-negara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Singapura, telah lama berdiri dengan agenda strategis. Agenda tersebut mencakup memperkenalkan karya masing-masing negara serta mengkajinya secara bersama-sama. Ini menunjukkan komitmen kolektif negara-negara anggota untuk memajukan sastra regional dan saling belajar dari kekayaan budaya satu sama lain.

Acara tahunan ini bukan sekadar forum menulis biasa, melainkan sebuah kesempatan unik untuk mempertemukan para penyair muda Asia Tenggara dalam semangat kolaborasi yang erat. Dari ruang kecil di Jakarta, gagasan, pengalaman, dan puisi bertemu untuk memperkuat diplomasi pengetahuan melalui agenda kesusastraan. Ini adalah langkah nyata dalam membangun jembatan budaya antarnegara melalui medium sastra.

Kegiatan Mastera ini juga merupakan wujud nyata upaya meneguhkan bahasa dan sastra sebagai pilar kebudayaan kawasan. Ini adalah langkah penting menuju penguatan identitas kolektif di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Melalui sastra, negara-negara di Asia Tenggara dapat saling memahami, menghargai, dan memperkaya warisan budaya bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi