Kerugian Kebakaran Jaktim Capai Rp450 Juta, Diduga Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama

Insiden kebakaran rumah petak di Cipinang Besar Selatan, Jaktim, menelan kerugian fantastis Rp450 juta. Apa penyebab utama musibah ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kerugian Kebakaran Jaktim Capai Rp450 Juta, Diduga Korsleting Listrik Jadi Pemicu Utama
Insiden kebakaran rumah petak di Cipinang Besar Selatan, Jaktim, menelan kerugian fantastis Rp450 juta. Apa penyebab utama musibah ini? (Merdeka.com)

Sebuah insiden kebakaran melanda rumah petak dan lapak barang bekas di kawasan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu siang. Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 14.05 WIB, memicu kepanikan warga sekitar. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengatasi situasi darurat ini.

Dampak dari musibah ini cukup signifikan, dengan total kerugian diperkirakan mencapai angka fantastis Rp450 juta. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur langsung merespons laporan tersebut. Mereka tiba di lokasi kejadian hanya dalam waktu delapan menit setelah menerima informasi.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengerikan ini adalah arus pendek listrik atau korsleting. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun lima kepala keluarga (KK) dan 20 jiwa terdampak. Mereka semua berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.

Kronologi Kebakaran dan Upaya Pemadaman

Informasi mengenai kebakaran Jaktim ini pertama kali diterima oleh pusat layanan (call center) Dinas Gulkarmat Jakarta pada pukul 14.05 WIB. Respon cepat ditunjukkan oleh Suku Dinas (Sudin) Gulkarmat Jakarta Timur yang langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Satu unit pemadam kebakaran dikerahkan sebagai pengerahan awal untuk menanggulangi api.

Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, menjelaskan detail waktu penanganan. "Kami terima kabar pukul 14.05 WIB, terus tiba di lokasi sekitar pukul 14.13 WIB. Awal pemadaman kami lakukan pukul 14.14 WIB," ujar Abdul Wahid.

Proses pemadaman api berlangsung intensif. Api berhasil dilokalisir pada pukul 14.27 WIB, menandakan bahwa penyebaran api telah berhasil dihentikan. Tahap pendinginan dimulai pukul 14.52 WIB, dan seluruh operasi pemadaman selesai sepenuhnya pada pukul 15.18 WIB.

Untuk mengatasi kebakaran ini, sebanyak 60 personel Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dikerahkan. Mereka didukung oleh 12 unit mobil pemadam kebakaran. Meskipun sempat mengalami kesulitan karena sumber air yang jauh dari TKP, proses pemadaman berjalan lancar berkat koordinasi dan kerja keras tim.

Dampak dan Dugaan Penyebab Kebakaran

Objek yang terbakar dalam insiden ini adalah rumah petakan lima pintu dan lapak barang bekas. Luas area yang terdampak oleh kebakaran ini diperkirakan mencapai kurang lebih 150 meter persegi. Kerugian material yang ditimbulkan dari kebakaran rumah petak dan lapak barang bekas ini sangat besar, mencapai Rp450 juta.

Abdul Wahid menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran Jaktim ini. Sebanyak 5 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 20 jiwa berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kerugian material yang signifikan.

Dugaan penyebab utama kebakaran adalah arus pendek listrik atau korsleting. "Dugaan penyebab arus pendek listrik. Awalnya muncul api dari 'korsleting' listrik kontrakan, lalu api merambat ke lapak rongsok," kata Abdul Wahid. Investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik. Pemeriksaan rutin dan perbaikan instalasi listrik yang sudah usang dapat membantu mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Kesadaran akan bahaya korsleting listrik sangat krusial untuk keselamatan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi