Pada malam hari, tepatnya Sabtu (30/8), Suparman satpam komplek hanya bisa terdiam. Dari pos jaga yang dia awasi, ia melihat rumah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eko Hendro Purnomo, yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio, di Jalan Karang Asem I, Setiabudi, Jakarta Selatan, diserbu massa hingga mengalami kerusakan parah dan dijarah.
"Sekitar tiga gelombang. Yang pertama pada masuk, pada bawa barang, sudah tuh. Mungkin kontek-kontekan apa gimana kita nggak tahu, datang lagi. Pokoknya sampai tiga kali, sampai habis tuh," ungkap Suparman kepada wartawan pada hari Minggu (31/8).
Ia menjelaskan bahwa Eko jarang berada di rumah tersebut. Saat insiden terjadi, hanya ada asisten rumah tangga dan penjaga yang berada di lokasi.
"Kalau untuk Pak Eko, jarang ditempati juga, jarang ada. Pas ada kejadian ramai-ramai itu, udah enggak ada," jelasnya.
Suparman mengaku telah memberitahukan Eko mengenai kemungkinan kediamannya akan didatangi oleh massa. Ia mendapatkan informasi dari media sosial tentang rencana tersebut beberapa hari sebelum kejadian.
"Udah diinfoin juga, disuruh antisipasi, takutnya sebelum tanggal itu masuk, massa datang. Kita persiapan di wilayah dari jam 17-an itu udah persiapan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Nah begitu jam 19 malam, itu kejadian, sudah banyak, cuma kita masih tahan kan," tambahnya.
Sayangnya, permintaan untuk penambahan penjagaan tidak datang dari Eko, melainkan dari masyarakat sekitar. Namun, jumlah massa yang datang terlalu banyak untuk ditangani.
"Enggak sih, yang minta penjagaan justru kita dari lingkungan," tegasnya.
Advertisement
Perabotan dan kucing peliharaan menjadi target
Di lokasi kejadian, terlihat banyak perabot rumah tangga, pakaian, dan barang elektronik yang berserakan. Lantai rumah tersebut dipenuhi serpihan kaca dari pintu dan jendela yang pecah akibat lemparan benda keras.
Beberapa individu terlihat mengeluarkan kursi, lampu, koper, speaker studio, dan kasur dari rumah yang diklaim milik Eko Patrio, Wakil Ketua Komisi VI DPR. Bahkan, sejumlah kucing peliharaan juga diambil oleh orang-orang yang memasuki rumah tersebut.
“Kucing mau saya adopsi,” ungkap salah satu warga sambil menggendong seekor kucing anggora yang diambilnya dari kandang di basement.
Petugas keamanan dan aparat berpakaian loreng yang berjaga di luar dan dalam rumah tampak tidak dapat berbuat banyak saat orang-orang terus berdatangan.
Mereka bukan hanya demonstran dengan wajah yang dipenuhi pasta gigi, tetapi juga terdapat pria berpakaian modis yang datang dengan mobil, ibu-ibu, serta remaja putri berpakaian tidur yang sibuk mengangkut barang-barang berharga dari rumah mewah berlantai tiga itu hingga kosong.
Advertisement
Info dari media sosial
Banyak warga mengaku mengetahui lokasi dan aktivitas penjarahan yang terjadi di rumah tersebut melalui video siaran langsung serta cuplikan yang diunggah di berbagai platform media sosial.
Kerumunan warga yang menyaksikan orang-orang yang sibuk mengangkut barang-barang menjadi pemandangan yang menarik di sekitar kompleks perumahan yang megah itu.
"Baru sampe nih, masih ada gak barang di dalem? adalah masih cari aja," terdengar suara dari dalam kerumunan.
Orang-orang yang melakukan penjarahan tampak membawa sofa, di atasnya terdapat berbagai barang. Sofa tersebut juga terlihat diangkat oleh beberapa ibu-ibu.
Di belakang mereka, terlihat massa lainnya yang juga sedang mengangkut barang-barang.