Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mengimbau masyarakat untuk melaksanakan shalat sunnah khusuf. Imbauan ini disampaikan menjelang fenomena Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada malam 7 hingga 8 September 2025. Peristiwa astronomi ini bertepatan dengan 15 Rabiul Awal 1447 Hijriah.
Kepala Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa gerhana ini adalah fenomena alam biasa. Masyarakat diminta tidak mengaitkannya dengan musibah atau hal-hal buruk lainnya. Fenomena ini justru menunjukkan keagungan dan kebesaran Allah SWT.
Observatorium Pengamatan Astronomi Tgk Chiek Kuta Karang akan memusatkan pengamatan di halaman Kanwil Kemenag Aceh. Masyarakat dapat memantau langsung atau melalui siaran live di YouTube dan Facebook Kemenag Aceh. Ini memberikan kesempatan bagi semua untuk menyaksikan peristiwa langka tersebut.
Advertisement
Advertisement
Fenomena Gerhana Bulan Total yang Akan Terjadi
Tim Falakiyah Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh mengonfirmasi Gerhana Bulan Total akan melintasi langit Aceh. Peristiwa ini dijadwalkan pada malam Minggu, 7 hingga 8 September 2025. Fenomena ini tidak hanya terlihat di Aceh, tetapi juga di seluruh Indonesia serta beberapa wilayah di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia.
Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr. Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa gerhana kali ini menjadi yang terlama sejak tahun 2022. Saat puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna kemerahan. Oleh karena itu, para astronom sering menyebutnya sebagai "blood moon".
Gerhana Bulan Total terjadi ketika bulan melewati bayangan inti (umbra) bumi secara penuh. Ini terjadi saat bumi berada tepat di antara matahari dan bulan. Selama fenomena ini, bulan meredup dan berubah warna menjadi merah tembaga.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Waktu dan Proses Gerhana
Alfirdaus menuturkan, gerhana diperkirakan dimulai pada 7 September 2025 sekitar pukul 22.28 WIB. Tahap awal adalah gerhana bulan penumbra. Ini menandai dimulainya perubahan cahaya pada bulan.
Kemudian, gerhana bulan sebagian akan terjadi pada pukul 23.27 WIB. Pada fase ini, bulan purnama yang semula putih terang akan sedikit berwarna kemerahan di bagian atas kiri. Ini adalah tanda awal yang jelas dari gerhana.
Puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi pada pukul 00.30 WIB, saat bulan sepenuhnya berwarna merah. Fase total ini akan berlangsung selama 1 jam 22 menit. Gerhana total ini diperkirakan berakhir pada pukul 01.52 WIB.
Advertisement
Setelah fase total, cahaya kemerahan pada bulan akan berangsur menghilang. Bulan akan kembali purnama sempurna dengan warna putih terang pada pukul 02.56 WIB. Gerhana bulan penumbra masih akan berlanjut hingga pukul 03.55 WIB, menandai berakhirnya seluruh rangkaian fenomena ini.
Advertisement
Imbauan dan Makna Spiritual
Kemenag Aceh secara khusus mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah khusuf. Shalat ini merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan saat terjadi gerhana. Meskipun gerhana terjadi di tengah malam, partisipasi masyarakat sangat diharapkan.
Kepala Kemenag Aceh, Azhari, menekankan pentingnya memahami gerhana sebagai tanda kebesaran Tuhan. Fenomena ini bukan pertanda buruk atau musibah. Sebaliknya, ini adalah kesempatan untuk merenung dan meningkatkan keimanan.
Selain ibadah shalat, Kemenag Aceh juga memfasilitasi pengamatan publik. Dengan lima unit teleskop astronomi, masyarakat dapat menyaksikan langsung proses gerhana. Ini juga menjadi sarana edukasi tentang fenomena alam.
Advertisement
Masyarakat juga diberikan opsi untuk menyaksikan secara daring melalui channel YouTube atau Facebook Kemenag Aceh. Ini memastikan akses yang luas bagi siapa saja yang ingin memantau peristiwa Gerhana Bulan Total. Inisiatif ini mendukung syiar ibadah dan pengetahuan.
Sumber: AntaraNews