BMKG Wanti-wanti: Asap Karhutla Aceh Selatan Berpotensi Menyebar, Sudah 72 Hektare Lahan Terbakar!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa asap karhutla di Aceh Selatan berpotensi menyebar ke kabupaten lain, mengancam kualitas udara dan lingkungan sekitar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG Wanti-wanti: Asap Karhutla Aceh Selatan Berpotensi Menyebar, Sudah 72 Hektare Lahan Terbakar!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa asap karhutla di Aceh Selatan berpotensi menyebar ke kabupaten lain, mengancam kualitas udara dan lingkungan sekitar. (Merdeka.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan serius terkait potensi penyebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. Asap tebal ini diperkirakan dapat meluas hingga ke wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara, menimbulkan kekhawatiran akan dampak buruknya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Peringatan ini disampaikan oleh prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Yoga Al Ma’ruf, pada Rabu (27/8) malam, berdasarkan analisis arah tiupan angin. Angin umumnya bertiup ke arah barat daya dari Aceh Selatan, membawa partikel asap ke daerah-daerah tetangga yang disebutkan.

Karhutla di Aceh Selatan sendiri telah berlangsung sejak 19 Agustus dan terus meluas, dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa area terdampak sudah mencapai 72 hektare. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk mitigasi dan penanganan lebih lanjut.

Potensi Penyebaran Asap dan Arah Angin

Peringatan BMKG mengenai potensi penyebaran asap karhutla dari Aceh Selatan menjadi perhatian utama bagi masyarakat di wilayah sekitarnya. Berdasarkan pengamatan citra satelit, ketinggian permukaan angin mencapai 3.000 kaki dengan kecepatan bervariasi antara 5 hingga 25 kilometer per jam. Angin yang bertiup konsisten ke arah barat daya ini menjadi faktor krusial dalam pergerakan massa asap.

Wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara, yang berada di jalur tiupan angin tersebut, kini berisiko tinggi terpapar dampak asap. Paparan asap karhutla dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, masyarakat di kedua kabupaten tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

BMKG terus memantau pergerakan angin dan kondisi atmosfer untuk memberikan informasi terkini kepada publik. Data ini sangat penting untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan guna mengurangi risiko dampak kesehatan dan lingkungan.

Luas Dampak dan Dugaan Penyebab Karhutla

Sejak pertama kali terjadi pada 19 Agustus, karhutla di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, telah menyebabkan kerusakan signifikan. Kepala Pelaksana BPBA, T Nara Setia, melaporkan bahwa hingga hari ketujuh, total lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 72 hektare. Skala kebakaran ini menunjukkan tingkat keparahan dan tantangan dalam upaya pemadaman.

Kebakaran ini telah menyebar ke tiga desa di kecamatan tersebut, yaitu Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang. Kerugian ekologis akibat hilangnya vegetasi dan habitat alami di area yang terbakar sangat besar, belum lagi potensi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar yang bergantung pada lahan.

Meskipun penyebab pasti karhutla masih dalam penyelidikan, prakirawan BMKG Yoga Al Ma’ruf menduga kuat bahwa kejadian ini seringkali dipicu oleh ulah manusia. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar atau tindakan ceroboh seperti membuang puntung rokok sembarangan menjadi faktor pemicu utama yang tidak bisa diabaikan. Masyarakat juga diingatkan untuk sangat berhati-hati saat membakar sampah, terutama di lokasi yang berdekatan dengan lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan, guna mencegah meluasnya bencana serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi