6,5 Hektare Ludes! BPBD Aceh Barat Berpacu Padamkan Kebakaran Lahan, Ternyata Ini Dampaknya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat masih berupaya keras memadamkan kebakaran lahan seluas 6,5 hektare. Ketahui dampak serius kebakaran lahan Aceh Barat terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
6,5 Hektare Ludes! BPBD Aceh Barat Berpacu Padamkan Kebakaran Lahan, Ternyata Ini Dampaknya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat masih berupaya keras memadamkan kebakaran lahan seluas 6,5 hektare. Ketahui dampak serius kebakaran lahan Aceh Barat terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Merdeka.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus berupaya keras memadamkan kebakaran lahan masyarakat yang kini telah mencapai luas 6,5 hektare. Upaya pemadaman ini masih terus dilakukan oleh tim di lapangan untuk mengendalikan api yang meluas.

Kebakaran lahan ini terjadi di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Alue On-Desa Puuk, Kecamatan Kaway XVI, dengan luasan sekitar 2,5 hektare, dan di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, yang mencapai sekitar 4 hektare. Tim BPBD bekerja tanpa henti untuk memastikan api tidak semakin menyebar dan menimbulkan kerusakan lebih parah.

Dampak dari kebakaran lahan ini mulai dirasakan oleh masyarakat setempat, terutama terkait gangguan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebakaran ini juga menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem hutan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta memicu gangguan pernapasan atau ISPA di kalangan warga.

Upaya BPBD Aceh Barat Melawan Api

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, menjelaskan bahwa upaya pemadaman terus diintensifkan di kedua lokasi kebakaran. Tim gabungan telah dikerahkan dengan segala sumber daya yang ada untuk mengatasi situasi darurat ini. Fokus utama adalah lokalisasi api agar tidak merembet ke area permukiman atau lahan produktif lainnya.

Perkembangan pemadaman api di Desa Alue On-Desa Puuk, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari total lahan yang terbakar di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Ini menunjukkan efektivitas kerja keras tim di lapangan.

Sementara itu, penanganan kebakaran lahan di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, juga menunjukkan progres positif. Sekitar 75 persen area yang terbakar di lokasi ini telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Meskipun demikian, tim masih terus bersiaga untuk memastikan tidak ada titik api baru yang muncul.

Dampak Serius Kebakaran Lahan bagi Warga dan Lingkungan

Kebakaran lahan di Aceh Barat telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang serius bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Salah satu dampak langsung yang paling terasa adalah terganggunya aktivitas sehari-hari warga. Asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran ini seringkali menyelimuti area permukiman, mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan.

Selain itu, kebakaran ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ekosistem hutan dan hilangnya keanekaragaman hayati. Banyak flora dan fauna yang menjadi korban langsung dari kobaran api, mengancam keseimbangan ekosistem lokal. Pemulihan ekosistem yang rusak ini membutuhkan waktu yang sangat lama dan upaya rehabilitasi yang besar.

Dampak kesehatan juga menjadi perhatian utama akibat kebakaran lahan di Aceh Barat. Teuku Ronal Nehdiansyah menegaskan bahwa kebakaran ini telah menyebabkan peningkatan kasus gangguan pernapasan akut (ISPA) di kalangan masyarakat. Asap dan partikel halus yang terbawa udara sangat berbahaya jika terhirup, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi