Semangat kebangsaan terus digaungkan berbagai pihak ikut menunjukkan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kemajemukan yang sangat luas. Kondisi sosial harus terus dijaga untuk menjauhkan masyarakat dari perpecahan.
Founder dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio mengingatkan agar hari kemerdekaan tidak jadi seremonial semata. Masyarakat lintas budaya, suku, dan keimanan harus bisa memiliki semangat kebangsaan yang sama.
"Perayaan kemerdekaan menjadi ruang bersama yang menyatukan nilai-nilai budaya lokal, solidaritas sosial serta kepedulian terhadap kelompok rentan melalui kegiatan budaya, sosial, dan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif warga," ujar Hendri, Rabu (20/8).
Akademisi Universitas Paramadina ini pun menjabarkan bahwa kerangka kegiatan strategis dalam konsep kebhinekaan bisa mencakup tiga unsur utama. Pertama kegiatan pemersatu berbasis simbol dan nilai seperti doa lintas iman, kirab bendera, atau pembacaan refleksi kemerdekaan oleh tokoh lintas generasi.
Kedua adalah ruang ekspresi budaya yang mendorong komunitas lokal menampilkan kekayaan tradisinya melalui festival, lomba kreatif, atau pertunjukan seni.
Ketiga yaitu program sosial partisipatif seperti layanan kesehatan, pelatihan keterampilan, dan pasar rakyat inklusif.
"Dengan menempatkan pemuda, pelajar, dan kelompok marginal sebagai pelaku utama, bukan hanya penonton, pesta rakyat dapat menjadi wahana aktualisasi nilai kebangsaan sekaligus penguat ketahanan sosial di tingkat akar rumput," ujar Hendri.
Dirinya pun menjelaskan bahwa beragama secara maslahat dapat diartikulasikan menjadi kegiatan bersama yang mampu mereduksi ruang bagi pemahaman radikal dan ideologi transnasional. Menurut Hendri, gangguan yang menyerang kebhinekaan dalam agama tidak harus selalu dilawan menggunakan cara yang serupa.
Ia berpendapat, ada banyak ruang sosial lain yang secara nyata mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang, dan salah satu yang paling kuat adalah olahraga. Ketika tim nasional Indonesia berlaga dan meraih prestasi, entah itu dalam sepak bola, bulu tangkis, atau cabang lainnya.
"Kita bisa melihat bagaimana jutaan orang dari Aceh sampai Papua, dari berbagai agama, etnis, bahkan pilihan politik bersatu dalam kebanggaan yang sama. Tidak ada yang bertanya siapa agamanya apa, dari suku mana, atau pendukung partai mana. Yang ada hanya satu semangat, bangga menjadi Indonesia," tandasnya.