Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, buka suara terkait gelombang pengunduran diri ratusan guru Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan bahwa mundurnya para guru bukan disebabkan oleh isu gaji atau insentif, melainkan alasan lain seperti jarak domisili yang terlalu jauh.
“Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri,” ujar Mu’ti usai menghadiri Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa di Jakarta Selatan, Kamis (31/7).
Menurut Mu’ti, laporan terkait pengunduran diri para guru juga sudah sampai ke Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
“Sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Insyaallah sudah tidak ada masalah. Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh,” katanya.
Mu’ti memastikan bahwa proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat tidak akan terganggu. Pemerintah telah menyiapkan guru pengganti untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para guru yang mundur.
“Jadi yang mengundurkan diri itu sudah ada penggantinya juga. Tapi lebih real-nya, lebih lengkapnya, tolong tanyakan langsung ke Pak Menteri Sosial supaya informasinya lebih akurat,” pungkasnya.