Wakil Ketua Umum MUI Kenang Kwik Kian Gie, Sosok Negarawan Tak Gila Jabatan

Kepergiaanya menyisakan kenangan mendalam bagi mereka mengenalnya. Salah satunya Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Wakil Ketua Umum MUI Kenang Kwik Kian Gie, Sosok Negarawan Tak Gila Jabatan
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Kwik Kian Gie tiba untuk memenuhi panggilan penyidik KPK di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Kwik dipanggil sebagai saksi untuk kasus pen (© 2025 Liputan6.com)

Kabar duka datang dari dunia ekonomi dan politik Indonesia. Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Kwik Kian Gie meninggal dunia.

Kepergiaanya menyisakan kenangan mendalam bagi mereka mengenalnya. Salah satunya Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas yang menyebut Kwiek sebagai tokoh dan guru bangsa yang sangat patut kita suri tuladani.

"Kwiek Kian Gie adalah seorang tokoh yang tidak gila jabatan walaupun dia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di negeri ini," kata Abbas dalam keterangan diterima, Selasa (29/7).

Abbas mencatat, sepanjang karirnya, Kwiek pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di era pemerintahan Presiden Gus Dur. Selain itu, Kwiek juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Dia adalah sosok politisi yang negarawan dimana lewat dunia politik yang digumulinya dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya," kenang Abbas.

Abbas juga menilai, sosok Kwiek adalah nasionalis tulen yang tidak pernah berhenti berfikir dan berbicara dengan kritis terhadap persoalan-persoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa dan negaranya.

"Dia ingin bangsa dan negaranya menjadi negara dan bangsa yang hebat dan maju. Oleh karena itu dia benar-benar terusik dengan kehadiran dari para pejabat yang telah melakukan praktek korupsi yang telah banyak merugikan rakyat, bangsa dan negaranya," tegas Wakil Ketua Umum MUI ini.

Sebagai seorang ekonom, Abbas mengatakan Kwiek sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak sesuai amanat konstitusi sehingga akhirnya rakyat sangat banyak dirugikan.

"Selamat jalan pak Kwiek. Politisi negarawan yang kami cintai," katanya.

Rekomendasi