Kader PKS Buka Suara Usai Dicopot dari Wakil Ketua DPRD Banten Gara-Gara Memo 'Titip' Lolos SMA Negeri

Dalam kesempatan yang sama, Budi membantah sebagai pihak yang menerbitkan memo tersebut.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Kader PKS Buka Suara Usai Dicopot dari Wakil Ketua DPRD Banten Gara-Gara Memo 'Titip' Lolos SMA Negeri
Kader PKS Buka Suara Usai Dicopot dari Wakil Ketua DPRD Banten Gara-Gara Memo 'Titip' Lolos SMA Negeri (Merdeka.com)

Budi Prajogo legowo dicopot partainya dari posisi Wakil Ketua DPRD Banten. Pencopotan Budi usai viral memo titip siswa agar lolos SMPB di salah satu SMA Negeri di Cilegon.

Dia kini hanya tinggal mengikuti instruksi partainya.

“Prinsipnya kita sebagai kader siap patuh dan taat ditempatkan di posisi mana saja. Kita tidak punya perasaan untuk tidak setuju atau apa. Kita siap patuh dan taat,” kata kata Budi Prajogo, kepada wartawan, Rabu (2/7)

Dia tak mau menebak-nebak jabatan barunya setelah dicoopt dari kursi pimpinan dan menyerahkan pada fraksi.

“Berharapnya di komisi berapa? Ya kita lihat saja nanti ya. Saya nggak berani mendahului,” ujarnya.

Bantah buat Memo

Dalam kesempatan yang sama, Budi membantah sebagai pihak yang menerbitkan memo tersebut. Apalagi sampai mengintervensi sekolah agar menerima seorang murid. Namun demikian, dia tak mau membocorkan lebih jauh siapa pelakunya dan apa tujuannya.

Dia hanya memastikan, siswa yang dititipkan itu tak lolos seleksi awal SPMB.

"Dan yang disebut namanya itu pun tidak lolos. Saya juga tidak kenal, tidak tahu. Ini hanya nasib pengantar saja,” katanya.

Untuk diketahui dampak dari beredarnya memo bertanda tangan dan kartu nama Budi saat seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di salah satu SMA Negeri di Kota Cilegon, PKS langsung mencopot kadernya itu dari jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Banten.

Jabatan Budi sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten digantikan oleh Imron Rosadi yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PKS.

Rekomendasi