Bupati Jember, Muhammad Fawait saat ini tengah berada di Amerika Serikat selama lebih dari sepekan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ia dijadwalkan berada di Negeri Paman Sam selama sekitar delapan hari.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Fawait membenarkan keberangkatannya ke Amerika. Ia menyebut tengah fokus menyiapkan materi untuk forum internasional yang akan ia hadiri.
"Tempatnya di Virginia. Ini saya masih fokus menyiapkan materi, soalnya yang dengerin penemu rumus-rumus ekonometrika dan lain-lain, agak grogi juga, hehehe,” ujar Fawait melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (10/6).
Advertisement
Bungkam soal Alasan ke Amerika Serikat
Meski demikian, Fawait enggan menjelaskan secara rinci nama acara yang diikutinya selama di AS. Ia hanya menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan konferensi internasional di bidang ekonomi.
Diketahui, Fawait saat ini sedang menempuh studi doktoral di bidang ilmu ekonomi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sejak sebelum menjabat sebagai bupati pada 2025. Namun, ia tidak menjelaskan apakah forum tersebut berkaitan langsung dengan studi doktoralnya.
"Besok saja ya, setelah jadi pembicara. Kayaknya saya bupati Jember pertama yang dapat undangan, dan bicara dalam forum ini," ujar politikus Partai Gerindra ini, disertai emotikon senyum.
Advertisement
Belum Bersurat ke DPRD
Sementara itu, Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengaku belum mengetahui secara pasti agenda bupati di Amerika Serikat.
"Coba tanya Pak Sekda (Sekretaris Daerah)," ujarnya singkat, Selasa (10/6).
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto. Ia mengatakan bahwa pihak legislatif belum menerima surat pemberitahuan resmi dari bupati terkait kepergiannya ke luar negeri.
"Kalau informasi informal (tentang kepergian bupati) sempat ada. Tapi karena belum ada surat, saya cek hingga Senin (9/6) sore belum ada,” tutur politikus PDIP itu.
Menurut Widarto, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kepala daerah yang bepergian ke luar negeri harus mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri. Selama bupati tidak berada di tempat, maka tugasnya akan diambil alih oleh wakil bupati.
"Selanjutnya, Wabup yang akan menjadi pelaksana tugas selama bupati (berkegiatan) di luar negeri. Jadi tidak ada masalah," pungkasnya.