Sudah tiga tahun lamanya lampu penyebrangan khusus pejalan kaki (pedestrian crossing traffic light) di Jalan Raya Margonda, Beji, Depok mati. Lampu tersebut berada di depan bekas SDN Pondok China 1.
Lampu pelican crossing sudah lama tak berfungsi. Sayangnya hingga kini tidak ada upaya perbaikan dari pihak terkait. Matinya lampu pelican membuat pejalan kaki kesulitan saat hendak menyebrang.
"Sudah lama, sudah 3 tahun lebih,” kata Fahmi, salah satu warga, Sabtu (31/5).
Advertisement
Warga Sulit Nyebrang
Warga yang hendak menyebrang pun harus benar-benar memperhatikan situasi jalan. Warga mengaku kesulitan menyebrang karena arus kendaraan yang padat dan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
“Kalau mau nyebrang suka nunggu barengan biar ada teman. Ngeri juga soalnya kendaraan ngebut-ngebut semua,” ucap Fahmi.
Dia berharap agar pihak terkait dapat memperhatikan kondisi ini. Karena orang yang menyebrang di titik tersebut cukup tinggi.
“Di sini kan tempat orang nyebrang kalau turun dari stasiun ya nyebrangnya di sini semua. Karena lampunya mati ya emang jadi agak sulit nyebrangnya, harus nunggu benar-benar kendaraan mau ngasih kita lewat untuk nyebrang,” tukasnya.
Advertisement
Kerap Macet
Rifqi warga lainnya juga menyesalkan belum adanya upaya perbaikan dari pihak terkait. Padahal menurutnya keberadaan lampu pelican itu sangat penting.
“Dulu waktu masih ada sangat membantu penyebrang jalan. Mobil dan motor pada berhenti kalau tanda lampu merah dan kita pun bisa nyebrang dengan aman,” kata dia.
Dia berharap agar lampu tersebut bisa segera diperbaiki. Karena beroperasionalnya lampu tersebut juga sangat dirasakan manfaatnya bagi penyebrang jalan.
“Kalau saya kan turun Stasiun Pocin terus nyebrang di sini karena ngekos di samping Gramedia. Kalau harus naik JPO (depan Margo City) ya jauh jalannya. Nggak efektif,” ujar dia.
Dia menuturkan, jika lampu pelican diperbaiki bisa mengurangi risiko terjadinya kecelakaan bagi warga yang menyebrang. Selain itu juga bisa mengurangi kemacetan terutama saat pulang kerja.
Saat ini yang terjadi adalah kerap terjadi kemacetan lantaran karut marut antara kendaraan yang melintas dan penyebrang jalan. Banyak juga pengendara tidak memberikan kesempatan pejalan kaki untuk menyebrang.