Menengok Barak Militer Tempat Pelajar di Depok Digembleng Mulai 1 Juni, Diklaim Pendaftar Membludak

Sebanyak 100 anak akan mengikuti program Pendidikan Karakter selama 10 hari dimulai pada 1 Juni 2025.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Menengok Barak Militer Tempat Pelajar di Depok Digembleng Mulai 1 Juni, Diklaim Pendaftar Membludak
Menengok Barak Militer Tempat Pelajar di Depok Digembleng Mulai 1 Juni, Diklaim Pendaftar Membludak (Merdeka.com)

Pendidikan karakter untuk anak-anak bermasalah di Jawa Barat akan dilanjutkan. Pemkot Depok sudah meninjau sejumlah tempat yang akan menjadi tempat anak-anak tersebut digembleng dengan pendidikan semi militer.

Wali Kota Depok Supian Suri bersama Kepala Kesbangpol Kota Depok Lienda Ratnanurdianny dan Dandim 0508/Dpk Kolonel Inf. Iman Widhiarto meninjau lokasi barak militer yang akan digunakan dalam program Pendidikan Karakter. Lokasinya ada di Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok. Sebanyak 100 anak akan mengikuti program Pendidikan Karakter selama 10 hari dimulai pada 1 Juni 2025.

Secara keseluruhan, barak yang ada di Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok siap untuk digunakan. Kelengkapan sudah ada mulai dari velbed, ruang makan, kamar mandi dan sarana ibadah sudah tersedia dan dipastikan dapat digunakan.

"Terkait tentang rencana kita untuk melaksanakan kegiatan pembinaan karakter dan bela negara buat anak-anak kita. Jadi mungkin kalau teman-teman dengar dengan kegiatan yang dilaksanakan program Pak Gubernur," kata Wali Kota Depok, Supian Suri usai meninjau, Rabu (28/5).

Supian berharap anak-anak yang telah mengikuti Pendidikan Karakter nantinya dapat lebih baik lagi. Mereka bisa lebih menghormati orang tua dan memiliki kedisiplinan yang tinggi.

“Tujuannya, pertama, kita ingin meningkatkan kedisiplinan anak-anak kita. Kedisiplinan dari mulai yang selama ini sulit bangun pagi, belajar bangun pagi, kemudian ibadah yang secara rutin khususnya yang muslim yaitu salat lima waktu, kemudian juga tidur tepat waktu, artinya tidak sampai larut," katanya.

Selain itu, dia berharap anak-anak itu nantinya menjalani pola hidup yang lebih sehat.

"Dalam arti kedisiplinan anak-anak kita. Yang kedua, kita berharap juga dari upaya ini bagaimana mereka bisa lebih-lebih menghormati orangtua mereka, ini mungkin juga menjadi bagian dari upaya kita,” ujarnya.

Selain itu, diharapkan anak-anak bisa memiliki rasa cinta Tanah Air yang lebih besar. Sehingga mereka bisa memiliki motivasi untuk belajar.

Pendaftar Membludak

Alasan dipilih Divisi 1 Kostrad karena kapasita yang besar karena kuota yang dipersiapkan pemerintah sebanyak 100 anak. Jumlah ini ditambah dua kali lipat dari yang semua hanya 50 kuota saja.

“Makanya kita sudah memutuskan tempat yang akan kita gunakan adalah di Divisi 1 Kostrad. Kemudian, dari kuota yang kita awalnya hanya 50 orang, ternyata yang daftar sekarang sudah 378 orang. Artinya, kita akan melakukan seleksi lagi siapa-siapa yang lebih prioritas untuk mengikuti kegiatan ini. Dan tadi kita menambah kuota jadi 100 orang, terdiri dari 25 orang wanita, 75 orang yang pria,” tukasnya.

Membludaknya peminat yang mendaftar maka harus dilakukan proses seleksi. Ketentuannya adalah orang tua harus mengizinkan anaknya ikut dalam program ini. Kemudian juga diseleksi berdasarkan kebutuhan yang diperlukan. Jika ada orang tua yang anaknya masuk dalam kategori nakal namun tidak mengizinkan masuk pendidikan ini maka dipersilahkan.

“Tidak harus juga ada kondisi-kondisi tadi (anak kategodi nakal), tapi anaknya berkenan, orangtuanya berkenan, anaknya bersedia untuk diikutin kegiatan ini, kita persilakan. Tapi karena ada beberapa hal yang tadi disampaikan, ada kita berkomunikasi tentang anak-anak yang masuk kategori tadi, orangtuanya enggak berkenan, ya kita juga enggak bisa memaksa buat kita. Kalau memang kondisinya itu, ini menjadi haknya orangtua. Jadi artinya, yang nantinya ikut dalam kegiatan ini adalah mereka yang benar-benar memang sudah dapat persetujuan, khususnya dari orangtua untuk mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya.

Rekomendasi