Beredar video di media sosial dinarasikan terdapat pembangunan eskalator dengan pelat besi untuk menaiki candi Borobudur yang dikhawatirkan merusak bangunan.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan tidak ada pembuatan lift dan eskalator di Candi Borobudur. Fadli menyebut kabar mengenai pembuatan lift maupun eskalator di Candi Borobudur adalah hoaks.
Politisi Gerindra ini meluruskan istilah eskalator di Candi Borobudur. Menurutnya, yang tengah dibangun adalah chairlift. Menurutnya, situs sejarah dunia menyediakan hal serupa dan pembangunan chairlift tidak merusak situs sejarah tersebut.
"Tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur. Kemudian ada lagi video yang mengatakan ada pemasangan eskalator walaupun dikatakan ekskavator. Dia enggak bisa membedakan antara eskalator dengan ekskavator. Jadi tidak ada pemasangan eskalator di Candi Borobudur," kata Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5).
Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jateng mengungkap bahwa proses pemasangan chairlift di Candi Borobudur tidak mengganggu struktur batu yang ada di lokasi tersebut. Sebab, di negara lain yang punya situs-situs kuno seperti candi juga jamak dipasangi chairlift yang disesuaikan kondisi lapangan masing-masing.
Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jateng, Tanto Sugito Harsono mengungkapkan, pengakuan dari Dirut Injourney Maya Watono bahwa saat memasang chairlift atau eskalator di Candi Borobudur, para petugas tidak dipaku dan tidak dibor.
Informasi yang dihimpun bahwa chairlift dalam jangka panjang akan dipasang permanen di Candi Borobudur. Karena chairlift nantinya bisa digunakan oleh para biksu lansia maupun umat Buddha untuk kebutuhan beribadah dengan naik ke tangga paling atas di Borobudur.
"Tidak dikhususkan untuk orang siapa itu ndak, pemasangan chairlift tidak menganggu struktur candi. Tidak ada paku, tidak ada sekrup, tidak ada bor. Tidak melukai batu. Jadi, kita harus percaya pada kementerian," kata Tanto Sugito Harsono, Selasa (27/5).
Dari kementerian Injourney kementerian Kebudayaan sudah banyak kajian kajian namun, pihaknya selalu mendukung pemerintah. Terkait dampak dari segi religiusitas dari pemasangan chairlift tidak akan mempengaruhi.
Advertisement
Perbedaan Chairlift dan Eskalator
Eskalator dan chairlift merupakan alat transportasi vertikal diciptakan untuk memudahkan pergerakan antara lantai. Namun eskalator dan chairlift memiliki fungsi dan karakteristik berbeda.
Eskalator berfungsi untuk mengangkut orang secara vertikal menggunakan tangga bergerak, sedangkan chairlift adalah kursi yang bergerak di sepanjang rel untuk mengatasi tangga di rumah tinggal. Meskipun keduanya berfungsi untuk memudahkan pergerakan, cara kerja dan penggunaannya sangat berbeda. Mari kita lihat lebih dekat perbedaan ini.
Perbedaan utama antara eskalator dan chairlift terletak pada fungsi dan desainnya. Eskalator dirancang untuk tempat umum dengan lalu lintas pejalan kaki yang tinggi, sedangkan chairlift lebih digunakan di lingkungan rumah untuk membantu penyandang disabilitas atau lansia.
Advertisement
Fungsi dan Cara Kerja
Eskalator berfungsi untuk mengangkut orang secara vertikal antara lantai-lantai dalam bangunan. Alat ini menggunakan motor listrik untuk menggerakkan tangga yang bergerak dalam bentuk loop. Chairlift, di sisi lain, dirancang untuk mengatasi tangga di rumah tinggal dengan kursi yang bergerak di sepanjang rel. Ini membuat chairlift lebih cocok untuk penggunaan pribadi.
Dalam hal kapasitas, eskalator dapat menampung lebih dari 20 orang secara simultan, sedangkan chairlift hanya dapat mengangkut satu atau dua orang dalam satu waktu. Hal ini menjadikan eskalator lebih efisien untuk tempat ramai seperti pusat perbelanjaan dan bandara.
Advertisement
Kecepatan dan Aksesibilitas
Kecepatan eskalator umumnya lebih lambat dibandingkan lift, tetapi lebih cepat daripada chairlift. Eskalator ideal untuk jarak dekat, sedangkan chairlift lebih lambat dan digunakan untuk jarak yang lebih pendek di dalam rumah. Aksesibilitas juga menjadi faktor penting; eskalator memiliki aksesibilitas terbatas bagi pengguna kursi roda, sementara chairlift dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas.
Berikut adalah ringkasan perbedaan antara eskalator dan chairlift:
- Fungsi Utama: Eskalator mengangkut orang vertikal, sedangkan chairlift digunakan untuk mengatasi tangga di rumah tinggal.
- Kapasitas: Eskalator dapat menampung lebih dari 20 orang, sementara chairlift terbatas untuk satu atau dua orang.
- Aksesibilitas: Eskalator memiliki aksesibilitas terbatas, sedangkan chairlift lebih baik untuk penyandang disabilitas.