Nigeria hingga Maroko Puji Konferensi PUIC di Indonesia, Puan: Warisan Kita adalah Martabat

Forum Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 yang digelar di DPR RI resmi berakhir.

Haris Kurniawan
Oleh Haris Kurniawan - Reporter
Nigeria hingga Maroko Puji Konferensi PUIC di Indonesia, Puan: Warisan Kita adalah Martabat
Puan Maharani (Istimewa)

Forum Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 yang digelar di DPR RI resmi berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam bagi para delegasi dari berbagai negara.

Dalam sidang penutupan pada Kamis (15/5), delegasi Nigeria Kamorudeen Olarere Oyewumi menyampaikan pujian. Ia menyoroti rekam jejak Puan sebagai perempuan pertama Ketua DPR RI yang menjabat dua periode dan pernah menjabat sebagai Menko PMK.

“Karena Anda adalah satu-satunya di pemerintahan Indonesia sebagai Menteri Koordinator untuk tujuh menteri penting di negara ini dan telah menjadi Pemimpin Parlemen dua kali,” ujar Oyewumi.

Ia menyebut pengalaman politik Puan sebagai keuntungan bagi forum PUIC. “Anda diberkati secara umum. Anda sangat baik dalam kebijaksanaan Anda,” tambahnya.

Oyewumi juga mengapresiasi keramahan Indonesia yang membuat para delegasi merasa dihormati dan nyaman. “Orang Indonesia ramah, pekerja keras dan jujur. Terima kasih Pemimpin Parlemen Indonesia. Kami akan datang kembali segera,” ungkapnya.

Delegasi lain yaitu Wakil Maroko juga turut menilai konferensi yang berjalan sukses, sementara, perwakilan Mauritania menyebut penyelenggaraan PUIC ke-19 luar biasa. Delegasi Pantai Gading, Manindja Toure Epouse Diabate pun turut mengungkapkan kegembiraan bisa hadir di Jakarta dan menyampaikan salam dari Presiden Alassane Ouattara untuk rakyat Indonesia.

“Kami senang berada di sini bersama orang Indonesia. Kami merasa dihormati dan berterima kasih atas sambutan yang luar biasa,” ujar Diabate, sambil memuji pemberdayaan perempuan di parlemen Indonesia.

Konferensi yang digelar 12–15 Mei ini telah diikuti 37 negara anggota OKI dan sejumlah negara observer. Di sela forum, Puan dan DPR juga melakukan pertemuan bilateral membahas isu global seperti Palestina, perempuan dan anak hingga isu lainnya.

Forum ini menghasilkan Jakarta Declaration yang menegaskan komitmen negara OKI terhadap kemerdekaan Palestina, tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, transparansi, dan supremasi hukum sebagai fondasi utama dalam membangun institusi yang kuat dan tangguh, melindungi kepentingan, hak, dan kesejahteraan rakyat melalui legislasi yang mempromosikan nilai dan prinsip tersebut.

Selain itu, penguatan softpower dunia islam melalui pendidikan, pemberdayaan kaum muda dan perempuan. Kemudian juga mendorong agar negara PUIC mengatasi segala bentuk diskriminasi, islamophobia, dan mempromosikan Islam sebagai rahmatan lil-alamin.

Puan pun mengaku apresiasi datang tak hanya dalam forum resmi saja. Menurutnya beberapa delegasi juga banyak yang menyampaikan secara pribadi di sela-sela forum.

“Alhamdulillah, dari perwakilan Afrika, Arab, ASEAN, semuanya menyampaikan bahwa sangat berterima kasih, sangat senang dengan sambutan dan kehangatan PUIC ke-19 yang ada di Jakarta,” terang Puan.

“Mereka merasa sangat dianggap sebagai saudara dari Indonesia dan tentu saja apa yang terjadi di Jakarta, diharapkan bisa berlangsung juga dalam acara-acara yang akan datang khususnya di acara-acara PUIC mendatang,” ungkap Puan.

Sebelumnya, Puan memastikan Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi PUIC ke-19 berkomitmen untuk terus mengawal tindak lanjut Deklarasi Jakarta. DPR juga dipastikan mendukung upaya PUIC dalam memastikan implementasi nyata dari setiap resolusi.

“Sebagai seorang perempuan, ibu, dan Ketua Parlemen, saya meyakini bahwa warisan kita bukan terletak pada besarnya gedung yang kita bangun. Warisan kita terletak pada martabat yang kita pulihkan, bagi setiap anak, perempuan, dan keluarga, serta mereka yang terluka oleh perang, kemiskinan, dan ketidakadilan,” kata Puan saat menutup Konferensi PUIC ke-19.

Rekomendasi