Terungkap sosok anggota TNI yang datang dalam konsolidasi terbuka BEM Fakultas se-Universitas Indonesia (UI) di kampus UI Depok. Usut punya usut, sosok tersebut adalah Dandim 0508/Depok Kolonel Inf. Iman Widhiarto.
Dalam unggahan di akun @pantauaparat, terlihat dua orang berseragam TNI AD hendak menuju kendaraan dinas militer. Dalam foto terlihat, satu orang TNI sedang bersalaman dan satu lainnya sikap hormat. Keduanya bersama tiga orang berpakaian sipil.
Dalam slide pertama foto tertera tulisan “Kronologi TNI Datangi Konsolidasi Mahasiswa Kampus UI”. Kemudian tertulis juga judul foto “Kenapa TNI Jadi Horor Gini Di Kampus? Datang Tak Diundang Pulang Tak Diantar”.
Keterangan yang diunggah akun @pantauaparat tertulis keterangan kronologi kehadiran dua TNI tersebut.
Advertisement
Kronologi TNI Masuk UI
Rabu, 16 April 2025- Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI, Depok
Pukul 20.00 WIB
-Kegiatan Konsolidasi Nasional Mahasiswa resmi dimulai di Pusgiwa UI
- Acara ini dihadiri oleh perwakilan BEM dari berbagai kampus serta organisasi mahasiswa lain dari seluruh Indonesia
-Agenda kegiatan meliputi diskusi, perumusan sikap dan konsolidasi gerakan mahasiswa terhadap berbagai isu kebangsaan
Pukul 23.00 WIB
-Sekitar pukul 23.00 WIB, beberapa anggota TNI berpakaian dan dinas dan menggunakan mobil dinas memasuki area Pusgiwa UI
-Kehadiran mereka mengejutkan para peserta konsolidasi yang saat itu masih berada di lokasi
- Tidak ada interaksi langsung yang bersifat represif, namun kehadiran tentara menimbulkan kekhawatiran dan tanda tanya dari para mahasiswa
Pukul 23.00-00.00 WIB
-Mahasiswa mulai membubarkan diri secara bertahap karena kegiatan telah selesai
-Tak lama setelah mahasiswa bubar, para tentara tersebut juga meninggalkan area kampus
-Tidak terjadi kekerasan fisik, namun situasi ini memunculkan protes dari kalangan mahasiswa yang menilai kehadiran militer di lingkungan kampus sebagai bentuk intimidasi dan pelanggaran terhadap kebebasan akademik.
Advertisement
Dandim Buka Suara
Dandim 0508/Depok akhirnya angkat bicara melalui pesan di kolom komentar. Akun @kodim0508_depok menjawab bahwa kehadirannya saat itu atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang mahasiswa.
“Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan segala kerendahan hati, saya Kolonel Inf Iman Widhiarto, Dandim 0508/Depok perlu memberikan klarifikasi terhadap informasi ini. Bahwa kedatangan saya ke Kampus UI pada tgl 16 April 2025 pukul 21.00 wib adalah atas dasar undangan dan informasi dari salah seorang Mahasiswa UI, an.F, dan juga Kepala Bagian Pengamanan UI, an. AR, yang disampaikan sekitar pukul 20.00 WIB,” tulis Dandim dalam kolom komentar.
Ketika sampai di kampus UI, Iman mengirim pesan mahasiswa yang mengundangnya dan selanjutnya menuju Gedung Pusgiwa. Dandim kemudian dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa.
“Sesampai di Kampus UI, saya mengirim pesan kepada Adik Mahasiswa F yang mengundang saya,, bahwa saya sudah sampai di tempat yang ditunjukkan (Pusgiwa). Selanjutnya, saya dijemput ke parkiran dan diarahkan ke kantin Pusgiwa. Disana saya berbincang-bincang santai dengan 5 orang Mahasiswa dalam suasana keakraban sebagaimana adik-kakak hingga pukul 00.30 WIB. Pada saat pulang pun, saya juga diantar oleh Adik-adik Mahasiswa tadi menuju parkiran mobil. Bersalaman dan berpamitan dengan baik, mengucapkan salam yang dijawab juga penuh keramahan dan persaudaraan,” ujarnya.
Dalam keterangannya disebutkan, sehari setelahnya Dandim mendapatkan berita dari Adik mahasiswa F bahwa telah muncul postingan tersebut. Yang di dalamnya terdapat foto-foto kepulangan Dandim dengan narasi menyudutkan seolah olah mengintimidasi dan mengintervensi kebebasan akademik.
“Namun, 1 hari setelahnya, saya mendapatkan berita dari Adik Mahasiswa F (yang mengundang saya), bahwa telah muncul Postingan IG ini, yang didalamnya terdapat foto-foto kepulangan saya dengan narasi menyudutkan seolah olah mengintimidasi dan mengintervensi kebebasan akademik. Padahal kedatangan saya ke kampus, murni guna memenuhi undangan dari mahasiswa dengan maksud yang baik dan penuh suasana persaudaraan, berpakaian dinas dengan identitas yang jelas, menggunakan mobil dinas dengan nomor yang jelas, menunjukkan bahwa saya datang dengan sikap yang sangat terbuka, tidak ada maksud dan tujuan lain, selain silaturahmi,” tukasnya.
Dandim menegaskan tidak ada niat melakukan intimidasi atau intervensi dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya saat itu hanya untuk memenuhi undangan dari mahasiswa.
“Tidak ada niatan mengintimidasi ataupun intervensi kegiatan kampus, melanggar kebebasan akademik seperti yang dinarasikan, selain memenuhi undangan dari mahasiswa. Demikian klarifikasi saya, apabila terdapat pihak2 yang ingin mengkonfirmasi lebih lanjut, saya selaku Dandim 0508/Depok dan pribadi sangat terbuka untuk bersilaturahmi dan diskusi,” pungkasnya.
Advertisement
Kadispenad Buka Suara
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan kehadiran TNI khususnya TNI AD di kampus-kampus semata-mata adanya kesepakatan kerja sama resmi, maupun undangan resmi dalam bentuk materi edukasi bagi para calon mahasiswa, mahasiswa maupun civitas akademika.
"Kami perlu menegaskan bahwa tidak pernah ada kegiatan prajurit TNI di dalam kampus-kampus di Indonesia yang dinarasikan sebagai upaya militerisasi. Kehadiran TNI AD di Kampus selama ini selalu berdasarkan prinsip kerja sama yang sah, bersifat edukatif dan dilakukan atas undangan atau koordinasi dengan pihak kampus," jelas Wahyu Yudhayana.
Kadispenad mengatakan, beberapa isu belakangan ini yang menyatakan bahwa ada berbagai aktivitas TNI di kampus tentunya harus dirunut secara bijak dan berimbang serta dilihat kronologinya.
"Dalam beberapa kesempatan Dandim dan mahasiswa tersebut juga sering bertemu dalam kegiatan nonformal. Mereka adalah sahabat baik, sehingga wajar jika Dandim diundang untuk singgah di saat ada waktu luang untuk silaturahmi, berbincang ringan, tidak ada agenda kegiatan apapun. Sementara di Semarang, kehadiran Babinsa di depan kampus merupakan bagian dari tugas kewilayahan yang memang rutin dilakukan, karena wilayah tersebut adalah binaan Babinsa yang bersangkutan. Babinsa tersebut juga tidak masuk ke dalam lingkungan dalam, hanya di depan kampus," urainya.