Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyerukan kepada seluruh masyarakat di wilayahnya untuk tetap menjaga persatuan. Seruan ini disampaikan setelah insiden perusakan fasilitas gedung DPRD Sumsel dan Ditlantas Polda Sumsel di Jalan Pom IX, Kota Palembang. Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera ditangani.
Insiden yang terjadi pada Minggu lalu tersebut telah ditinjau langsung oleh Gubernur Deru bersama Kapolda Sumsel dan Pangdam II/Sriwijaya. Mereka memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah kondusif dan tidak ada indikasi meluasnya kericuhan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga stabilitas.
Untuk itu, Gubernur Deru mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan bahwa insiden semacam ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hal ini demi menjaga iklim investasi dan keberlangsungan pembangunan di Sumatera Selatan.
Advertisement
Advertisement
Pasca insiden perusakan, Gubernur Herman Deru bersama jajaran Forkopimda Sumsel segera bergerak cepat meninjau lokasi kejadian di Palembang. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi terkini dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Mereka ingin melihat langsung dampak dari kericuhan tersebut.
Dari hasil peninjauan, situasi di sekitar gedung DPRD Sumsel dan Ditlantas Polda Sumsel dilaporkan telah aman dan terkendali. Tidak ada tanda-tanda kericuhan susulan yang berpotensi memperburuk keadaan. Kondisi ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap tenang.
Gubernur Deru secara tegas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas daerah demi kepentingan bersama. Seruan ini merupakan langkah awal untuk memulihkan suasana pasca insiden.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa insiden perusakan ini dapat berdampak negatif pada iklim investasi dan pembangunan di Sumatera Selatan. Ia tidak ingin semangat pembangunan kendor akibat kejadian sesaat. Stabilitas daerah adalah kunci utama untuk menarik investor.
"Yang paling penting jangan sampai kejadian ini membuat semangat pembangunan kendor," kata Gubernur Deru. Ia menambahkan bahwa generasi mendatang harus mewarisi cerita baik tentang daerah ini, bukan sebaliknya. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan lingkungan yang damai.
Selain itu, Gubernur Deru juga mengingatkan tentang predikat "zero conflict" yang selama ini melekat pada Sumatera Selatan. Predikat ini merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama oleh seluruh komponen masyarakat. Menjaga persatuan Sumsel adalah tanggung jawab kolektif.
Advertisement
Predikat "zero conflict" tidak hanya menjadi tanggung jawab gubernur, Kapolda, atau Pangdam semata. Seluruh pihak, termasuk masyarakat, memiliki andil besar dalam mempertahankannya. Ini menunjukkan bahwa menjaga perdamaian adalah upaya komprehensif.
Advertisement
Dalam upaya menjaga kondusifitas dan persatuan Sumsel, Gubernur Herman Deru menekankan peran vital tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Mereka diharapkan dapat menjadi peneduh di tengah situasi pasca kericuhan. Pengaruh mereka sangat dibutuhkan.
Gubernur berencana untuk mengumpulkan para tokoh tersebut guna membahas langkah-langkah konkret. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar tetap bersatu dan tidak terpecah belah. Kolaborasi ini diharapkan dapat meredam potensi konflik.
Masyarakat Sumatera Selatan juga diharapkan untuk tidak mudah terpecah belah hanya karena situasi sesaat. Semangat kekeluargaan harus selalu dikedepankan demi masa depan daerah yang lebih baik. Persatuan Sumsel adalah fondasi kemajuan.
Advertisement
Deru menegaskan bahwa masa depan daerah sangat bergantung pada kekompakan dan kebersamaan warganya. Dengan menjaga persatuan, Sumatera Selatan dapat terus bergerak maju. Ini adalah pesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews