Guncangan gempa berkekuatan Magnitudo 4,1 melanda wilayah Kota Bogor pada Kamis (10/4) malam, menimbulkan kepanikan warga dan kerusakan di sejumlah titik.
Berdasarkan data dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor, sebanyak 17 bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah warga di Bogor Selatan, Barat, Tengah, Tanah Sereal, dan Timur, serta satu bangunan sekolah.
Gempa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan terkonfirmasi sebagai gempa tektonik dangkal, dengan kedalaman 5 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa ini tidak berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik Gunung Gede.
"Gempa ini bersifat tektonik dan diperkirakan berasal dari aktivitas sesar lokal yang melintasi wilayah Bogor, seperti Sesar Baribis. Tidak ada indikasi keterkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Gede," demikian keterangan resmi dari BMKG Wilayah II, Jumat (11/4).
Advertisement
Sementara itu, beredar spekulasi di media sosial tentang dugaan adanya letusan kecil di Gunung Gede bersamaan dengan gempa. Namun setelah diverifikasi, tidak ditemukan adanya letusan ataupun aktivitas vulkanik yang mengarah pada erupsi. Video yang sempat viral di media sosial juga telah diklarifikasi sebagai video hoaks yang sebenarnya menunjukkan aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Advertisement
Gunung Gede saat ini masih berstatus Level I (Normal). Meskipun sempat menunjukkan peningkatan gempa vulkanik awal April lalu, aktivitasnya terus menurun. Sebagai langkah antisipatif, jalur pendakian Gunung Gede memang ditutup sementara hingga 13 April 2025, demi keselamatan pengunjung.