Profil Djoko Tjandra: Pengusaha Kontroversial Sempat jadi Buronan Kini Diperiksa KPK di Kasus Harun Masiku

Djoko Tjandra, pengusaha Indonesia yang terlibat dalam berbagai kasus korupsi, memiliki perjalanan hidup yang penuh kontroversi.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Profil Djoko Tjandra: Pengusaha Kontroversial Sempat jadi Buronan Kini Diperiksa KPK di Kasus Harun Masiku
Profil Djoko Tjandra: Pengusaha Kontroversial Sempat jadi Buronan Kini Diperiksa KPK di Kasus Harun Masiku (Merdeka.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa terpidana kasus korupsi cassie Bank Bali Rp546 miliar. Djoko Soegiarto Tjandra diperiksa terkait kasus suap pengurusan anggota DPR 2019-2024.

Namun, saat ditanya awak media, Djoko mengaku tidak mengenal dengan sosok Harun Masiku, buronan dalam kasus suap PAW DPR.

"Mana tahu saya enggak kenal sama sekali," kata Djoko kepada wartawan, Rabu (9/4).

Siapakah Djoko Tjandra? Pria yang lahir pada 27 Agustus 1951 di Sanggau, Kalimantan Barat adalah seorang pengusaha Indonesia yang terkenal karena keterlibatannya dalam berbagai kasus korupsi dan statusnya sebagai buronan.

Dikenal juga dengan nama Tjan Kok Hui atau Chan Kok Hin, Djoko Tjandra memiliki latar belakang yang menarik dan karier bisnis yang sukses, meskipun dikelilingi oleh kontroversi hukum.

Dikutip dari berbagai sumber, kehidupan awal Djoko Tjandra dimulai dalam sebuah keluarga dengan tujuh saudara kandung. Ayahnya, Tjandra Kusuma, dan ibunya, Ho Yauw Hiang, memberikan fondasi bagi masa depannya. Ia menikah dengan Anna Boentaran dan dikaruniai tiga putri: Joanne Soegiarto Tjandranegara, Jocelyne Soegiarto Tjandra, dan Jovita Soegiarto Tjandra. Keluarganya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, baik dalam konteks pribadi maupun bisnis.

Karier bisnis Djoko Tjandra dimulai pada usia 17 tahun ketika ia membuka toko kelontong di Jayapura, Irian Jaya (sekarang Papua). Seiring berjalannya waktu, ia mendirikan berbagai perusahaan, termasuk PT Bersama Mulia, yang berfokus pada kontraktor. Djoko Tjandra juga berperan penting dalam pengembangan Grup Mulia, sebuah konglomerat yang bergerak di bidang properti, logam, keramik, dan kaca, yang didirikan bersama saudara-saudaranya. Selain itu, ia juga mendirikan PT Era Giat Prima bersama Setya Novanto, yang menambah portofolio bisnisnya.

Jeratan Hukum dan Pelarian Djoko Tjandra

Namun, perjalanan kariernya tidak lepas dari masalah hukum. Djoko Tjandra terlibat dalam kasus pengalihan tagihan piutang (cessie) antara Bank Bali dan Bank Tiara, yang terkait dengan penyalahgunaan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kasus ini menjadi salah satu yang paling mencolok dalam kariernya dan berujung pada pelariannya ke Papua Nugini pada tahun 2009 untuk menghindari hukuman penjara.

Selama pelariannya, Djoko Tjandra berhasil memperoleh kewarganegaraan Papua Nugini melalui proses naturalisasi. Meskipun sempat dibebaskan oleh pengadilan pada tahun 2000, kasus-kasus hukumnya tidak berhenti di situ. Ia kembali menjadi sorotan publik karena kasus surat jalan palsu yang memungkinkannya bepergian tanpa terdeteksi, serta upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman kepadanya.

Kasus-kasus yang Melibatkan Djoko Tjandra

Berikut ini adalah beberapa kasus yang melibatkan Djoko Tjandra:

  1. Kasus Bank Bali: Terkait dengan penyalahgunaan dana BLBI yang berujung pada pelariannya.
  2. Kasus Surat Jalan Palsu: Melibatkan penerbitan surat jalan palsu yang memudahkan Djoko Tjandra bepergian tanpa terdeteksi oleh pihak berwenang.
  3. Upaya Peninjauan Kembali (PK): Djoko Tjandra beberapa kali mengajukan PK untuk mencoba membatalkan putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman kepadanya.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Rekomendasi