Jejak Tony Blair dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara dan Danantara

Seberapa penting peran Tony Blair dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara?

NAIS
Oleh NAIS - Reporter
Jejak Tony Blair dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara dan Danantara
Jejak Tony Blair dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara dan Danantara (Merdeka.com)

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair akan menjadi salah satu anggota Dewan Pengawas Danantara. Penunjukan Tony Blair diungkapkan Kepala atau CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani.

"Iya (Tony Blair) salah satunya (jadi Pengawas Danantara)," kata Rosan usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2).

Bukan hanya menjadi salah satu pengawas Danantara, Tony Blair juga memiliki peran dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Peran Strategis Blair dalam Pembangunan IKN

Tony Blair yang berasal dari Partai Buruh di Inggris. Peran pria kelahiran Edinburgh 6 Mei 1953 ini dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Indonesia secara umum cukup signifikan, terutama terkait dengan perannya sebagai penasihat dan investor.

Tony Blair, sebelumnya ditunjuk sebagai salah satu anggota Dewan Penasihat IKN oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo.

Dia berperan memberikan saran dan masukan mengenai pembangunan IKN, dengan fokus pada transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam upaya membangun IKN sebagai kota modern yang berkelanjutan, Blair melalui Tony Blair Institute for Global Change, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otorita IKN. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan pusat riset dan inovasi di IKN, yang diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

Investasi ini juga melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina, yang menunjukkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam proyek ini.

Tony Blair juga telah melakukan beberapa kunjungan ke Indonesia, di mana ia bertemu dengan berbagai pejabat tinggi, termasuk Presiden Jokowi dan beberapa menteri. Pertemuan-pertemuan ini membahas berbagai isu, mulai dari pembangunan IKN, transformasi digital, hingga kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Dalam salah satu pertemuan, Blair mengungkapkan, "IKN memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagi dunia dalam hal pembangunan kota modern yang berkelanjutan."

Melalui saran dan masukan yang diberikan, Blair berupaya membantu Indonesia dalam merancang kebijakan yang mendukung pengembangan IKN. Ia juga mendorong penerapan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan, termasuk infrastruktur, transportasi, dan layanan publik. Dengan demikian, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat inovasi dan teknologi.

Apresiasi Blair terhadap IKN

Blair secara terbuka memuji proyek IKN dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia melihat IKN sebagai langkah berani Indonesia untuk menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.

Dalam pandangannya, keberhasilan IKN akan bergantung pada komitmen pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi kota berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, IKN bisa menjadi model bagi negara lain dalam hal pembangunan yang berkelanjutan dan inovatif,” ungkap Blair dalam sebuah wawancara.

Tak hanya menjadi salah satu anggota dewan penasihat IKN, Tony Blair kini ditunjuk menjadi salah satu anggota Dewan Pengawas Danantara.

Jadi Dewan Penasihat Danantara Bareng SBY, Jokowi dan Megawati

Tony Blair, nantinya bakal bareng mantan-mantan Presiden RI diajak menjadi Dewan Penasihat Danantara.Mereka di antaranya Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi.

"Semua (mantan Presiden) diajak (jadi Dewan Penasihat Danantara)," kata Rosan usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2).

Rekomendasi