Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Asian Parliamentary Assembly (APA) di Baku, Azerbaijan. Sebelum acara dimulai, Puan melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Nasional Azerbaijan, Sahiba Gafarova sebagai tuan rumah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas isu-isu strategis dan menyoroti peran penting perempuan dalam politik. Mereka sepakat untuk mengangkat isu tersebut sebagai agenda di forum parlemen se-Asia, mengingat Indonesia dan Azerbaijan saat ini dipimpin oleh Ketua DPR perempuan.
“Kepemimpinan kita berdua, yaitu perempuan sebagai pimpinan parlemen, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan untuk terjun ke dunia politik,” ujar Puan dalam pertemuannya di Gedung Milli Majlis, Baku, Selasa (18/2).
Puan menyoroti terkait representasi perempuan di parlemen yang harus terus ditingkatkan agar dapat lebih berkontribusi dalam pengambilan kebijakan yang inklusif. Puan pun juga menyinggung hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan yang akan memasuki usia 33 tahun.
“Selama 33 tahun ini, kita telah merasakan kerja sama dan kolaborasi yang kuat antara kedua negara di berbagai sektor, termasuk hubungan ekonomi dan hubungan antar masyarakat. Hubungan bilateral ini telah didasarkan pada saling menghormati, dan saling menguntungkan bagi rakyat kedua negara,” paparnya.
Puan pun menekankan pentingnya memperluas cakupan perdagangan dan mengurangi hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi kedua negara. “Melalui pertemuan ini, saya berharap kita bisa mengeksplorasi komoditas yang lebih beragam untuk memajukan arus perdagangan kedua negara,” ujarnya.
Tak hanya itu, Puan juga menyoroti kerja sama di sektor energi, mengingat Azerbaijan merupakan salah satu pemasok utama minyak bumi bagi Indonesia. Ia berharap ada peningkatan kolaborasi dalam sektor ini.
Lebih lanjut, Puan menggarisbawahi pentingnya hubungan antar masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia mengapresiasi pembukaan jurusan Bahasa Indonesia di Azerbaijan University of Language sebagai salah satu langkah konkret dalam memperkuat hubungan kedua negara.
“termasuk pada sektor pariwisata yang juga merupakan salah satu sektor penunjang people-to-people contact,” ujarnya.
Di pertemuan tersebut, Puan mengundang Ketua Parlemen Azerbaijan untuk menghadiri Sidang ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang akan diselenggarakan di Bali pada Mei 2025. “Semoga pertemuan hari ini dapat menghasilkan manfaat yang besar serta berkontribusi untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan,” tuturnya.