Heri Gunawan, sebelum dikenal sebagai tokoh politik, telah aktif dalam beragam organisasi. Perjalanan panjangnya ini telah membentuk karakter dan kepemimpinannya yang khas.
Peran-peran yang diembannya memberikan gambaran jelas tentang komitmen dan visi yang dibawanya hingga ke dunia politik.
Advertisement
Dari Yayasan hingga Partai Politik
Sejak tahun 1999 hingga saat ini, Heri Gunawan menjabat sebagai Ketua Yayasan Giri Raharja. Posisi ini menunjukkan kemampuannya dalam manajemen dan pengorganisasian sumber daya, serta dedikasi jangka panjang terhadap suatu tujuan.
Pengalaman ini tentu saja mengasah kemampuannya dalam memimpin dan mengelola organisasi secara efektif.Jejak langkahnya di dunia politik dimulai pada tahun 2008 hingga 2012, ketika ia menjabat sebagai Bendahara dan kemudian Ketua Bidang Tani DPP Partai Gerindra.
Peran ini tidak hanya memberikan pengalaman dalam manajemen keuangan partai, tetapi juga memperluas pemahamannya tentang strategi politik dan isu-isu pertanian di Indonesia. Keterlibatannya di bidang pertanian menunjukkan kepeduliannya pada sektor vital bagi perekonomian Indonesia.
Advertisement
Komitmen pada Pertanian dan Kesejahteraan Rakyat
Komitmen Heri Gunawan pada sektor pertanian semakin terlihat jelas melalui perannya di Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia menjabat sebagai Bendahara (2010-2015) dan kemudian Wakil Ketua Umum (2015-sekarang).
Perjalanan karirnya di HKTI ini menunjukan peningkatan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan kepadanya, serta konsistensinya dalam berkontribusi pada sektor pertanian. Selain itu, ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pembina PP Satuan Relawan Indonesia Raya (2013-sekarang).
Keterlibatan dalam organisasi relawan ini menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dan kesediaannya untuk berkontribusi di luar kepentingan pribadi. Hal ini mencerminkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat yang tinggi.
Advertisement
Pengalaman di Legislatif dan Jiwa Kewirausahaan
Pengalaman Heri Gunawan di dunia politik semakin matang dengan perannya di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Ia menjabat sebagai Wakil Bendahara Fraksi Partai Gerindra DPR RI (2014-2019), dan kemudian naik jabatan menjadi Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI (2019-sekarang).
Peran ini memberikan pengalaman berharga dalam pemerintahan dan pembuatan kebijakan publik. Tidak hanya di ranah organisasi formal, Heri Gunawan juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.
Sejak muda, ia telah berkecimpung di dunia bisnis di sektor perdagangan dan jasa. Pengalaman ini telah membekali dirinya dengan kemampuan manajemen, negosiasi, dan pengambilan keputusan yang efektif. Kemampuan ini tentu sangat berguna dalam memimpin dan mengelola organisasi maupun dalam dunia politik.
Advertisement
KPK 'Obok-Obok' Rumah Heri Gunawan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menggeledah rumah anggota DPR RI Heri Gunawan (HG) terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penyaluran dana dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Bank Indonesia (BI).
"Kegiatan ini dilaksanakan di rumah di daerah Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, milik saudara HG," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika dalam keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/2).
Tessa mengungkapkan penggeledahan tersebut berlangsung pada Rabu malam pukul 21.00 WIB hingga Kamis pukul 01.30 WIB.
"Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik memperoleh dokumen dan barang bukti elektronik yang kemudian dilakukan penyitaan oleh penyidik," ujar Tessa.
Untuk diketahui, KPK saat ini tengah menggelar penyidikan soal dugaan korupsi dalam penyaluran dana CSR Bank Indonesia.
Penyidik KPK saat ini tengah melakukan pengumpulan alat bukti dan penggeledahan di lokasi yang diduga menyimpan alat bukti terkait perkara tersebut.
Terkait penyidikan tersebut, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 19 Januari 2025 dan kantor Bank Indonesia (BI) di Thamrin, Jakarta, pada 16 Januari 2025.
"Dari dua kegiatan tersebut, penyidik telah menemukan dan menyita barang bukti elektronik serta beberapa dokumen dalam bentuk surat," tandas Tessa.