Estimasi Sampah Makan Bergizi Gratis Tembus 2.400 Ton per Hari, Begini Langkah Pemerintah Atasi Limbah

Program unggulan dalam kampanye Prabowo-Gibran itu secara nasional mencakup 24 juta jiwa penerima manfaat.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Estimasi Sampah Makan Bergizi Gratis Tembus 2.400 Ton per Hari, Begini Langkah Pemerintah Atasi Limbah
Prajurit TNI di Pebayuran, Bekasi mengawal pendistribusian 2.935 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan, memastikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan lancar dan aman. (Planet Merdeka)

Kementerian lingkungan hidup mendorong pengolahan limbah atau sisa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara tepat, sehingga tidak turut menambah cemaran akibat tumpukan sampah sisa makanan.

Direktur Pengelolaan Sampah KLH, Novrizal Tahar mengungkapkan bahwa program MBG berpotensi menghasilkan sampah, jika sisa makanan (food waste) tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi masalah baru dikemudian hari.

"Bila diakumulasi, potensi timbunannya bisa mencapai 2.400 ton per hari atau 624 ribu ton per tahun," kata Novrizal di kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, dikutip Senin (20/1).

Lebih rinci, Novrizal menyebutkan jika program unggulan dalam kampanye Prabowo-Gibran itu secara nasional mencakup 24 juta jiwa penerima manfaat. Data tersebut sesuai jumlah siswa sekolah dasar yang dimiliki Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 2023-2024.

"Kami asumsikan setiap siswa menghasilkan sampah makanan sebanyak 50-100 gram per hari," ujar dia.

Makan Bergizi Gratis di Papua
Murid-murid sekolah dasar antri menunggu giliran untuk menyantap menu makan bergizi gratis perdana serta distribusinya kepada pelajar di SD Santo Michael Bilogae, Distrik Sugapa, Kabupaten Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (20/1/2025). ©dok. Kogabwilhan III

Sementara itu, Menteri KLH Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan jika saat ini teknologi tercanggih untuk mengurangi volume sampah dengan cara memilah limbah. Pihaknya sudah melakukan tinjauan dan arahan di dalam surat edaran menteri kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi serta kabupaten/kota.

"Kami akan fasilitasi dan arahkan pengelolaan akhir sampahnya. Memang sisa makanan ini tidak banyak tapi kalau setiap hari ya akhirnya banyak," kata Hanif.

Dia menekankan bahwa pemilihan sampah sisa makanan dalam program MBG mesti dikelola secara tepat dengan harus memenuhi kaidah pengelolaan sampah. Semua yang mengeluarkan sampah wajib mengelolanya.

"Kami akan terus memandu melalui Badan Gizi Nasional, SPPG, maupun pemerintah daerah," tandas Hanif.

Rekomendasi