Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, Covid-19 masih bertransmisi di Indonesia. Meskipun, status pandemi Covid-19 di Indonesia sudah dicabut.
“Bukan berarti penyakit Covid-19 hilang dari Indonesia sepenuhnya,” kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (22/6).
Wiku menjelaskan, status endemi yang disandang Indonesia saat ini menunjukkan Covid-19 melandai. Risiko penularan Covid-19 juga menurun.
Wiku mengimbau masyarakat tetap menjaga diri dari penularan Covid-19 di tengah endemi. Protokol kesehatan masih perlu diterapkan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
“Diharapkan masyarakat tetap menggunakan masker saat kondisi tidak sehat atau berisiko tertular Covid-19, cuci tangan, memantau kesehatan pribadi, segera berobat jika sakit,” ujar Wiku.
Advertisement
Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi mencabut status pandemi Covid-19 di Indonesia pada Rabu (21/6). Pertimbangan utama status pandemi dicabut karena kasus konfirmasi Covid-19 harian mendekati nol.
"Keputusan ini diambil pemerintah dengan mempertimbangkan angka konfirmasi kasus harian Covid-19 mendekati nihil," ujar Jokowi saat konferensi pers secara daring.
Selain itu, mayoritas masyarakat Indonesia telah memiliki antibodi terhadap Covid-19. Antibodi ini terlihat dari hasil sero survei Covid-19 yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan sejumlah perguruan tinggi.
"Hasil sero survei menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19," ujar Jokowi.
Pertimbangan lainnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mencabut status Covid-19 sebagai public health emergency of internasional concern.
"WHO juga sudah mencabut status public health emergency of internasional concern," sebut Jokowi.
Meski status pandemi Covid-19 telah dicabut, Jokowi mengingatkan masyarakat tetap berhati-hati dan menjalankan perilaku hidup sehat.
"Walaupun demikian, saya meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati serta terus menjalankan perilaku hidup sehat dan bersih," ujar Jokowi.
Reporter Magang: Alya Fathinah