Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berangkatkan kloter 66 Calon Jemaah Haji (CJH) di depan Gedung Gradhika Kota Pasuruan, Jumat (16/06/2023). Kloter 66 Calon Jemaah Haji ini terdiri dari 111 wanita dan 157 laki-laki yang berasal dari Kota Pasuruan dan 157 orang dari Kabupaten Pasuruan. Dalam kesempatan ini, Gus Ipul menitipkan doa untuk kemajuan Kota Pasuruan, terutama setelah pandemi Covid-19.
"Doakan Kota Pasuruan bisa melewati masa-masa sulit, sehingga kita bisa bangkit paska pandemi Covid-19," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul juga mengatakan bahwa yang hari ini berangkat haji karena sudah ditakdirkan. Menurutnya, berangkat haji bukan soal punya dana atau tidak, kaya atau miskin namun melainkan karena memang keinginan dan takdir Allah.
"Nanti saat di Makah, ikuti semua prosedur yang sudah ditentukan oleh panitia haji, tidak usah mengarang sendiri dan jangan lupa menjaga kesehatan," terangnya.
Ibadah haji ini juga merupakan momen silaturrahmi seluru umat Islam di Indonesia. "Jika di sana, tidak ada perbedaan, baik wali kota, pejabat lainnya semuanya sama. Sama-sama memakai ihram," kata Gus Ipul.
Ia juga mendoakan agar semua calon jemaah haji dilancarkan ibadahnya selama berada di Tanah Suci. "Saya doakan semuanya sehat, dan ibadahnya bisa lancar . Dan semoga kita semua, menjadi manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT, dan semoga berangkat dan pulang selamat ", doa Gus Ipul.
Para jemaah haji juga diberikan tas dan sandal yang bertuliskan Kota Pasuruan. "Nanti pada bulan September kita ada agenda besar yakni MTQ Jawa Timur. Jadi bapak-ibu doakan kegiatan kita ini lancar dan membawakan dampak yang baik untuk Kota Pasuruan," harap Gus Ipul.
Advertisement
Gus Ipul juga menceritakan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan akan membuat kota manasik terbaik. Gus Ipul ingin membuat replika seperti yang ada di Kota Makah.
"Jadi nanti tidak hanya ada Payung Madinah. Nanti, di Krampyangan akan ada suasana Makkah. Akan ada replikanya masjidil haram," katanya.
Dalam pemberangkatan calon jemaah haji Gus Ipul didampingi oleh Bupati Pasuruan, jajaran forkopimda, para ulama, dan para stakeholder terkait.