Di Padang, Menteri Pertanian Ungkap Tantangan dan Minta Petani CSA Terus Berinovasi

Ke depan, beber Syahrul, dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, diperkirakan 30 persen produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Di Padang, Menteri Pertanian Ungkap Tantangan dan Minta Petani CSA Terus Berinovasi
Mentan Syahrul Yasin Limpo. ©2023 Istimewa

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan perhatian pada inovasi produk hilir dari petani lokasi kegiatan Pertanian Cerdas Iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA). Dia meminta petani untuk terus berinovasi.

"Tingkatkan kualitas produk hilir inovasi petani CSA agar disukai konsumen. Jangan cepat puas, terus berinovasi," kata Syahrul seraya mengapresiasi kinerja petani dan penyuluh wilayah kegiatan SIMURP, Kamis (15/6).

Hal itu dia ungkapkan dalam Pekan Nasional Petani dan Nelayan (Penas) di Kota Padang, Sumatera Barat. Dalam arahannya pada pembukaan Penas Padang, Syahrul menyatakan apresiasinya kepada para petani yang telah menjadikan sektor pertanian sebagai bantalan ekonomi di masa pandemi.

"Kita harus berterima kasih kepada petani, karena pertanian menjadi bantalan ekonomi dalam menghadapi pandemi," lanjutnya.

Ke depan, beber Syahrul, dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, diperkirakan 30 persen produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun.

"Kita harus siap mengantisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global," terangnya.

Guna mengantisipasi hal itu, dia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum Penas XVI-2023 di Padang sebagai ajang konsolidasi para petani dari Sabang sampai Merauke agar semakin siap dalam menghadapi tantangan dunia pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengatakan program utama Kementan juga untuk mengantisipasi El Nino dan krisis pangan global sebagai dampak pandemi Covid-19, perubahan iklim dan Perang Rusia-Ukrania.

"Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini," kata Dedi Nursyamsi.

Program SIMURP merupakan modernisasi irigasi strategis dan program rehabilitasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Kementan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan target lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya mengatakan sektor pertanian tergolong rentan terhadap perubahan iklim, pemanasan global, efek rumah kaca, banjir, kekeringan dan peningkatan permukaan laut.

"Pertanian Cerdas Iklim atau CSA pada Program SIMURP menerapkan pertanian ramah lingkungan, hemat air dan berkelanjutan untuk meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan pendapatan petani sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan petani," tuturnya.

Rekomendasi