Tujuh anak laki-laki di Desa Karangsentosa, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi diduga telah menjadi korban pencabulan seorang pria berinisial IJ (28). Pelaku melakukan perbuatan bejat itu sejak beberapa tahun lalu.
Kekerasan seksual terhadap anak-anak ini terungkap setelah orang tua dari salah satu korban melaporkan peristiwa tersebut ke ketua RW setempat. Dari penelusuran, beberapa anak lainnya juga mengaku sudah menjadi korban pencabulan.
Dari tujuh orang korban, satu di antaranya masih berusia 12 tahun. Dia mengaku disodomi beberapa kali oleh pelaku sejak 2021 lalu.
Untuk melampiaskan nafsu bejatnya itu, pelaku terkadang merayu hingga mengancam korbannya."Itu kan ada yang terungkap di video call, terus ditunjukin kemaluan pelaku, yang sebelum-sebelumnya juga ada korban yang dikirimi foto-foto, waktu diperiksa di handphone-nya banyak video porno sesama jenis," kata Ketua RW15, Samsul Hidayat, Selasa (6/6).
Dia mengatakan, dari tujuh orang korban, empat di antaranya sudah melapor ke Polres Metro Bekasi. Sementara sisanya takut melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
"Iya kalau dikhawatirkan ini korbannya masih banyak, karena kan ada yang belum mau melapor jadi korban," ucap Samsul.
Advertisement
Pelaku pencabulan ini sudah ditangkap polisi di rumahnya setelah sebelumnya sempat dijebak pada Minggu (4/6). Pria pengangguran itu kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi.
"Dibantu oleh polisi RW Ipda Yayan, nah kita jebak pelaku akhirnya ditangkap dan kita interogasi langsung, pelaku mengakui perbuatannya. Kalau dibiarkan ini bahaya, ini sama saja predator anak, jadi harus ditangkap pelakunya," ungkapnya.
Ipda Yayan Sofyan, polisi RW15 Desa Karangsentosa mengatakan, pelaku ditangkap dengan cara dijebak. Setelah berhasil ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk menghindari dari amukan warga.
"Kami berinisiatif menjebak terduga pelaku dengan mengajak salah satu korban untuk bertemu, setelah itu pelaku bertemu dengan korban di salah satu tempat, dan kami langsung mengamankan terduga pelaku," tandasnya.