Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan kasus sifilis tertinggi kedua secara nasional. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan program pencegahan sudah dilakukan.
Diketahui, status tersebut berdasarkan data akumulatif sejak tahun 2018 hingga 2022. Selama rentang periode itu, tercatat sebanyak 3.186 kasus penyakit sifilis di wilayah Jawa Barat.
"Kasus sifilis ini kami melakukan beberapa tindakan, satu melakukan screening sampai ke level kecamatan kepada populasi kunci dan kepada ibu hamil juga. Sehingga, diharapkan di situ bisa dianalisa dan potensi untuk penurunannya," kata Ridwan Kamil, Selasa (6/6).
Selain itu, ia menyatakan, sifilis adalah infeksi bakteri yang biasanya menyebar melalui kontak seksual. Maka dari itu, ia mengimbau untuk menghindari gaya hidup yang memperbesar potensi tertular penyakit tersebut.
"Hindari pola gaya hidup yang punya potensi kepada berbagai penyakit, tidak hanya sifilis. Penyakit yang berhubungan dengan seksual misalkan, dan lain-lain itu harus diwaspadai dan diimbau untuk selalu jernih dalam berkomunikasi, bersosialisasi di dalam bermasyarakat," ucap dia.
Advertisement
"Karena penyakit bakteri sifilis ini memang ada pengaruhnya dengan cara berinteraksi seksual dan lain-lain," katanya.
Sehingga, dia mengimbau, lebih mengedepankan kesehatan yang paripurna untuk alat reproduksi, juga tingkat spiritualitas sebagai benteng moril.
Upaya lain untuk menurunkan kasus penyakit sifilis, pria yang akrab disapa Emil ini memastikan distribusi obat sudah dilakukan ke berbagai daerah.
"Oh iya obat sifilis sudah disalurkan ke Puskesmas-Puskesmas," pungkasnya.