Sejumlah ruas jalan sabuk merah yang menghubungkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota Ain Kabupaten Belu dan Mota Masin Kabupaten Malaka, mulai mengalami kerusakan. Seperti yang terjadi di Desa Lakmaras, sejumlah titik mulai terkelupas.
Pantauan merdeka.com di ruas jalan yang berada di Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, terlihat beberapa titik jalan sudah terkelupas. Bahkan ada sebagian yang ambrol.
Pada ruas jalan yang terkelupas hingga patah, terlihat aspal hotmix berada di atas pasir batu (sirtu), tanpa kerikil atau batu pecahan (agregat). Sehingga warga mulai mengeluhkan kondisi jalan yang dikerjakan oleh PT Pundi Mas Bahagia itu.
"Kita kecewa juga karena jalan hotmix yang baru saja kita nikmati ini sudah mulai rusak kembali. Mobil dan motor agak susah untuk lewat, kalo jalan kaki bisa," kata warga Desa Lakmaras, Markus Bere, Minggu (28/5).
Menurutnya, sebagai warga sekaligus pengguna jalan, Markus mengaku awalnya gembira karena bisa menikmati jalan yang mulus. Namun, setelah selesai dikerjakan jalan tersebut malah cepat rusak.
"Saya berharap jalan ini cepat diperbaiki kembali, biar aktivitas ekonomi kami kembali lancar," pinta Markus.
Advertisement
Hal yang sama juga dikeluhkan Lasarus. Warga Piebulak itu mengaku kecewa karena konstruksi jalan yang gampang sekali rusak.
"Jalan ini sudah rusak dari tahun lalu. Kami masyarakat di bawah ini hanya bisa omong dan mengeluh saja. Nanti pemerintah yang memperhatikan jalan ini," kata dia.
Meski rusak, Lasarus dan warga lainnya tetapi menggunakan jalan itu karena tidak ada alternatif lain. Ia berharap ke depan jika jalan kembali diperbaiki, harus dengan kualitas yang bagus sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 BPJN NTT, Zulkfli Arif membenarkan kerusakan jalan itu. Namun, kata dia, titik jalan yang rusak sedang dalam perbaikan. Ke depan ada juga ruas jalan yang dikerjakan.
"Cuma kebanyakan sudah lewat masa pemeliharaan, jadi yang tahun ini bisa ditangani dengan paket preservasi dan longsoran yang berkontrak," tutup Arif.