Pakar Keamanan Siber, Bruce Hanadi mengatakan, serangan siber yang terjadi pada Bank BUMN awal Mei 2023 menunjukkan betapa pentingnya keamanan siber bagi perusahaan finansial. Termasuk ancaman Ransomware yang semakin meningkat belakangan ini.
Menurut Bruce, serangan siber termasuk serangan Ransomware, dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan. Merugikan pelanggan, dan membahayakan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Chief Information Security Officer dari snc.id ini menilai, perusahaan finansial seperti bank, asuransi, dan perusahaan investasi adalah target utama para penjahat siber. Termasuk para pelaku Ransomware.
Serangan ini menjadi lebih serius dengan adanya Ransomware yang dapat mengenkripsi data penting perusahaan dan menuntut pembayaran tebusan yang besar.
"Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut harus memperkuat sistem keamanan siber mereka agar dapat mencegah serangan siber. Termasuk serangan Ransomware, dan menjaga informasi nasabah tetap aman dan terlindungi," ujar Bruce dalam siaran persnya, Jumat (19/5).
Bruce Hanadi menyarankan, agar perusahaan finansial memperkuat sistem keamanan siber mereka dengan cara mengidentifikasi dan mengurangi risiko.
Ditambah lagi, meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber di antara staf dan nasabah, mengimplementasikan teknologi yang terbaru dalam sistem keamanan siber. Tidak hanya fokus terhadap pencegahan, tapi juga aktif mendeteksi dan memprediksi serangan dari jauh hari.
"Prevention is a deal, detection is a must," ujarnya.
Advertisement
Investasi dalam keamanan siber, tutur dia, seharusnya tidak dipandang sebagai pengeluaran yang tidak produktif. Melainkan sebagai investasi yang wajib bagi perusahaan finansial.
Karena ancaman serangan siber, termasuk Ransomware, semakin meningkat dan semakin kompleks. Sehingga dapat meminimalkan risiko serangan serta melindungi aset dan reputasi perusahaan.
"Keamanan siber yang kuat dan terintegrasi harus menjadi fokus utama bagi perusahaan finansial, mengingat data yang mereka kelola sangat sensitif dan berharga," tutur dia.
Sekali lagi, Bruce menggarisbawahi, serangan siber terhadap perusahaan finansial adalah pengingat yang penting bagi perusahaan tidak hanya dalam industri keuangan untuk terus meningkatkan sistem keamanan siber mereka.
Oleh karena itu, perusahaan harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa keamanan siber memenuhi standar yang dibutuhkan dalam menghadapi ancaman serangan siber.