Usai Karaoke, Pengusaha Sawit di Pekanbaru Meninggal dalam Kamar Hotel

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menduga kematian EW (49), seorang pengusaha sawit asal Medan yang tewas di hotel berbintang di Kota Pekanbaru karena serangan jantung. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (4/5) malam lalu.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Usai Karaoke, Pengusaha Sawit di Pekanbaru Meninggal dalam Kamar Hotel
Ilustrasi garis polisi. ©2022 Merdeka.com

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru menduga kematian EW (49), seorang pengusaha sawit asal Medan yang tewas di hotel berbintang di Kota Pekanbaru karena serangan jantung. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (4/5) malam lalu.

"Dugaan sementara korban meninggal karena serangan jantung. Tapi kita masih membutuhkan bukti kuat dari rekam medis," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan kepada merdeka.com, Selasa (9/5).

Sebelum ditemukan meninggal, EW sempat berkaraoke di KTV Hotel Furaya Pekanbaru. Dari dugaan awal, kematian pengusaha kaya tersebut tidak wajar.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan EW meninggal secara tidak wajar. "Benar, korban diduga meninggal dunia secara tidak wajar berinisial EW," kata Kombes Nandang saat dikonfirmasi, Minggu (7/5).

Nandang menyampaikan awalnya EW masuk ke Room KTV Batavia Hotel Furaya Pekanbaru, sekitar pukul 18.18 WIB. "Setelah dari KTV, korban bersama temannya masuk ke kamar nomor 568," lanjutnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban ditemukan pingsan di dalam kamarnya. Kemudian teman yang bersama korban memanggil petugas kamar. Petugas kamar lalu membawa korban ke rumah sakit.

"Di dalam kamar 568, korban sudah terbaring dengan posisi terlentang di lantai dengan menggunakan pakaian celana. Kemudian saat dibawa ke rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," jelas Nandang.

Polresta Pekanbaru menyelidiki kematian EW. Jenazah korban sempat dicari di dua yayasan rumah duka warga Tionghoa di Pekanbaru, tidak ada menerima jenazah atas nama EW. Ternyata jenazah sudah dibawa keluarga korban.

Bahkan, keluarga korban tidak menuntut kematian EW. Jenazah sudah dikremasi pihak keluarga di Medan.

Sementara, informasi yang diperoleh, korban diduga sebelumnya mengkonsumsi minuman mengandung alkohol di Room KTV dan selanjutnya ke kamar 568 untuk istirahat. Korban diduga memiliki riwayat penyakit hipertensi dan asam lambung akut. Namun saat ini penyebab kematian korban tetap didalami pihak kepolisian.

Rekomendasi