Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyuarakan agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Menurutnya, situasi di Myanmar saat ini hanya membuat rakyat menjadi korban.
"Rakyat yang akan menjadi korban karena kondisi ini tidak akan membuat siapa pun menang. Saya mengajak marilah kita duduk bersama, ciptakan ruang dialog untuk mencari solusi bersama," ungkap Jokowi dalam konferensi pers di NTT, Senin (8/5).
Jokowi berkata, komitmen Indonesia untuk menghentikan kekerasan di Myanmar tak akan surut. Dia terus menyerukan agar kekerasan di Negeri Tanah Emas dihentikan.
"Saya tegaskan bahwa hal ini tidak akan menyurutkan tekad Asean dan Indonesia untuk menyerukan kembali hentikan kekerasan, stop using force, stop violence," ujarnya.
Jokowi menambahkan, keketuaan Indonesia di Asean pada tahun ini akan terus mendorong implementasi dari lima poin kesepakatan atau Five-Point Consensus. Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah berkaitan dengan bantuan kemanusiaan.
"Kondisi Myanmar saat ini memang sangat kompleks. Karena telah terjadi lebih dari 7 dekade dan Indonesia sebagai ketua Asean terus mendorong implementasi dari 5 poin konsensus dimana salah satunya adalah terkait dengan bantuan kemanusiaan," ucapnya.