Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, almarhum Mantan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra M Taufik kerap mengajaknya video call saat sudah sakit.
"Beliau itu (kalau) ingin ngobrol itu langsung ditelepon video call. Jadi saya sama Pak Taufik itu sering video call. Padahal ketika video call-nya itu nyambung, almarhum itu sudah tidak bisa mengucapkan apa-apa," kata Anies kepada wartawan di rumah duka, Jakarta Timur, Kamis (4/5).
Meskipun tak saling berbicara, Anies berujar bahwa Taufik ingin melihat wajahnya.
"Almarhum itu pengen lihat wajah, pengen ngomong tidak terucap kalimat. Yang ada hanya lah saling pandang dan melihat," ujar Anies.
"Saya lagi di tempat jauh, saya ditelpon. Nanti pengen ketemu, saya datang. Jadi secara saya fisik sudah sangat lemah tapi secara semangat enggak ada lemahnya sama sekali," sambungnya.
Advertisement
Sebelumnya, Anies mengenang Taufik sebagai orang yang konsisten dan tak takut menghadapi konsekuensi atas tindakan yang dibuatnya.
"Selama tujuh tahun terakhir ini saya berinteraksi amat dekat dengan almarhum. Almarhum adalah orang yang konsisten, orang yang tidak sungkan untuk menunjukkan sikap, dan tidak gentar untuk menghadapi konsekuensi atas sikap yang dilakukannya," kata Anies setelah menjadi imam saat menyalatkan M Taufik.
Anies juga mengenang ketika mereka bekerja di DKI Jakarta. Anies berujar, banyak tantangan dan rintangan untuk membangun Jakarta lebih baik. Namun, menurut Anies, Taufik tak pernah lari dari tantangan tersebut.
"Selama kami bertugas di Jakarta, banyak tantangan, banyak rintangan dan almarhum tidak pernah sejengkal pun meninggalkan perjalanan dan rintangannya. Tidak berbelok, tidak berpaling, dan siap menanggung apapun yang menjadi konsekuensi," ujar Anies sambil menyeka air matanya.