Aksi tawuran antar remaja terjadi di Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (29/4) sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang luka-luka.
"Dalam kejadian tersebut terdapat satu orang korban luka-luka bernama LS (16). Korban merupakan salah satu pelaku yang terlibat tawuran, dan bukan dari warga yang melintas seperti apa yang viral di media sosial," ujar Kapolsek Mampang Prapatan, Mashuri, Rabu (3/5).
Mashuri menuturkan pihaknya telah mengamankan delapan orang pelaku yang berstatus pelajar.
"Dari penangkapan ke delapan pelaku tersebut, tidak kami temukan barang bukti senjata tajam. Selanjutnya para pelaku kami lakukan pembinaan dengan pemanggilan orang tua dan pihak sekolah," sambungnya.
Advertisement
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Ade Ary Syam Indradi mengimbau ketua RT dan RW berperan aktif untuk mencegah tawuran antar remaja.
"Kami minta para Ketua RW dan RT untuk lebih memperhatikan lingkungan warganya, jangan sampai ada kegiatan tawuran maupun kegiatan anarkis lainnya terjadi kembali," ujar Ade Ary Syam Indradi.
Kemudian, dia juga mengatakan pentingnya peran orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya untuk mencegah aksi tawuran.
"Para orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya yang pergi ke luar rumah jangan sampai melaksanakan kegiatan yang tidak baik terlebih dapat mencelakai orang lain," ungkapnya.
Terakhir, Ade Ary mengimbau agar para generasi muda tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi tawuran. Polisi pun tidak segan menindak tegas.
"Kami dari pihak Kepolisian tidak akan segan-segan menindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku kepada siapapun para pelaku yang terlibat aksi tawuran, apalagi sampai kedapatan membawa senjata tajam dan terdapat korban," tutup Ade Ary.
Reporter Magang: Alya Fathinah